Angkasa Pura 2

Walikota Tangerang Kembangkan Ide Pembangunan Kota Aerotropolis

Bandara KokpitKamis, 27 Oktober 2016
Kota-tangerang

JAKARTA (Beritatrans.com) — Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah memiliki ide untuk membangun Kota Tangerang menjadi kota aerotropolis. Kota aerotropolis merupakan konsep kota dengan tata letak, infrastruktur, dan ekonomi yang berpusat pada bandar udara.

Arief mengatakan, luas wilayah Kota Tangerang adalah 184 kilometer persegi. Sebanyak 10 persennya merupakan wilayah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

“Makanya pengembangan Kota Tangerang didorong ke arah aerotropolis karena keberadaan bandara harus menjadi pusat pengembangan kota ke depan,” kata Arief dalam diskusi Forum Ekonomi Nusantara yang digelar harian Kompas dengan tajuk “Mempercepat Pembangunan Rumah Sederhana” di Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Sayangnya, menurut Arief Wismansyah, berdasarkan aturan yang berlaku saat ini, di kawasan penunjang bandara tidak boleh dibangun perumahan.

“Akhirnya, sekarang pegawai bandara yang jumlahnya 20.000 tinggalnya ada yang di Sepatan, Tangerang Selatan. Cuma bikin macet saja (karena mobilitas dari dan ke bandara),” ucap Arief.

Ide Ke AP II Dan Maskapai

Arief menambahkan, pihaknya pernah menyampaikan ide pembangunan aerotropolis ini ke pihak Angkasa Pura II (Persero) dan sejumlah maskapai yang berkantor di Bandara Soekarno-Hatta, seperti Garuda, AirAsia, dan Lion Group.

“Harusnya mereka bikin permukiman buat pegawai mereka yang jumlahnya ribuan itu. Lion akhirnya bikin di Cikupa,” imbuh Arief seperti dikutip laman kompas.com.

Menurut Arief, seharusnya perencanaan wilayah kota harus melihat proyeksi pembangunan sektor produktif yang ada di sekitarnya.

Singapura telah melakukan hal ini untuk mengantisipasi ledakan kebutuhan masyarakat akan hunian.

“Saat ini, pemkot kami sedang kaji tata ruang untuk revisi 2017. Artinya kami harus siap-siap menghitung berapa kapasitas Tangerang ini dalam mengelola masyarakatnya,” tandas Arief.(helmi/kom)

loading...