Angkasa Pura 2

Direktur KPLP Tegaskan Pentingnya Pengetahuan Penanggulangan Pencemaran Laut 

DermagaFriday, 28 October 2016

IMG-20161028-WA021
JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Viktor Vikki Subroto menegaskan bahwa memberikan pemahaman penanggulangan pencemaran laut pada pengelola Terminal dan pelabuhan sangat penting‎.

Hal itu diutarakan pada penutupan Pembekalan Personil Penanggulangan Pencemaran Tingkat Operator dan On Scene Commander (OSC) di PLP Tanjung Priok.‎

Menurut Viktor, seperti diketahui bahwa sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran telah ditetapkan bahwa salah satu tugas dan tanggung jawab Syahbandar adalah sebagai Koordinator Misi atau Pemimpin Operasi penanggulangan pencemaran di pelabuhan. 

“‎Syahbandar selaku perwakilan Pemerintah di pelabuhan diberikan kewenangan untuk mengawasi dan memastikan ketersediaan persyaratan penanggulangan pencemaran pada terminal khusus, terminal untuk kepentingan sendiri dan badan usaha pelabuhan pada masing-masing wilayah kerja,” urai Viktor. ‎

Viktor menambahkan, untuk mendorong percepatan implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan, diharapkan agar para personel dapat melakukan langkah-langkah nyata.‎

“Pertama, m‎elakukan pemeriksaan dan inventarisasi ketersediaan persyaratan penanggulangan pencemaran di DLKR dan DLKP, kedua melakukan evaluasi progress ketersediaan persyaratan penanggulangan pencemaran‎,” ujar Viktor.

Langkah selanjutnya adalah‎ m‎emberikan peringatan kepada pengelola TUKS, TERSUS dan BUP, bila terdapat kealpaan dalam pemenuhan persyaratan penanggulangan pencemaran.

Personel operator yang ditugaskan juga harus me‎mberikan supervisi pemenuhan persyaratan dengan tahapan penilaian, pemaparan hasil penilaian, pengesahan hasil penilaian, & pengesahan pemenuhan.

“Terakhir, ‎menyusun dan menetapkan    prosedur penanggulangan pencemaran Tier 1 di pelabuhan,” kata Viktor. ‎

Diharapkan seluruh personel operator dapat siap siaga menangani berbagai macam permasalahan yang terkait dengan pencemaran, sehingga perlindungan lingkungan maritim dapat terealisasi. (omy)