Angkasa Pura 2

Garuda Rugi Rp566 Miliar

KokpitSenin, 31 Oktober 2016
2016-04-06 05.46.29

JAKARTA (BeritaTrans.com) – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencatatkan rugi bersih periode berjalan sebesar USD43,6 juta atau sekira Rp566,8 miliar jika mengacu kurs Rp13.000 per USD pada akhir September 2016.

Artinya, Direktur Utama BUMN tersebut Arief Wibowo mengemukakan kinerja keuangan perseroan mengalami penurunan hingga 184% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan mencatatkan laba bersih periode berjalan USD51,4 juta.

Padahal, perseroan mencatatkan kenaikan jumlah pendapatan usaha menjadi USD2,87 miliar dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar USD2,85 miliar.

Tapi, jumlah beban usaha BUMN ini mengalami kenaikan menjadi USD2,87 miliar dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar USD2,78 miliar. Faktor pemicu kenaikan beban usaha, salah satunya adalah di pos pemeliharaan dan perbaikan, yakni mencapai USD315,17 juta dari sebelumnya yang sebesar USD276,5 juta.

Walau begitu, perseroan mencatatkan untung dati kurs sebesar USD21,76 juta, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang rugi USD33,98 juta.

Alhasil, laba usaha perseroan anjlok menjadi USD4,4 juta dari sebelumnya yang hanya USD128 juta. Lalu, tingginya beban keuangan tercatat mengalami kenaikan menjadi USD67,15 juta dari sebelumnya USD51,5 juta.

Dengan demikian, perseroan harus mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar USD57,34 juta. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat laba sebelum pajak sebesar USD81,33 juta.

“Kita banyak kemakan di kuartal I dan II. Karena kuartal II juga ada cost yang besar. Kita tahun ini mendatangkan 35 pesawat,” tuturnya seperti dikutip okezone, Senin (31/10/2016).

Arif mengatakan, pihaknya juga telah memproyeksikan kerugian akan bisa diperbaiki pada kuartal berikutnya, dengan upaya peningkatan kinerja di peak season ini. Program efisiensi yang terus dijalankan, namun secara proporsional dan peningkatan performa di aspek lain seperti operasional, layanan, maupun niaga, dipercaya dapat memberikan proyeksi pertumbuhan positif Perusahaan hingga tahun 2020.

“Garuda Indonesia Group (termasuk Citilik) juga berhasil meningkatkan jumlah angkutan penumpang sampai dengan kuartal III tahun 2016 ini, yaitu sebanyak 26.043.138 penumpang, meningkat 6,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2015, yaitu sebanyak 24.551.594 penumpang,” tambah Arif.

Dari jumlah tersebut, Garuda Indonesia mengangkut sebanyak 17,81 juta penumpang, yang terdiri dari 14,55 juta penumpang domestik dan 3,26 juta penumpang internasional. Sementara anak perusahaan, Citilink Indonesia berhasil mengangkut sebanyak 8,23 juta penumpang, meningkat hampir 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 6,86 juta penumpang. (omy).