Angkasa Pura 2

Ketua STTD Sigit Irfansyah Kenang Saat Menjadi Taruna PKL Di Bali

Figur SDMSelasa, 1 November 2016
Sigit lupa  fotonya2

BEKASI (Beritatrans.com) – Acara pisah sambut dan perkenalan Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Sigit Irfansyah, ATD, M.Sc menjadi momen yang berkesan bagi alumni STTD tahun 1987 itu. Ratusan taruna STTD yang berkumpul di Auditorium Giri Soeseno Hadihardjono itu.

Di tegah suasana gembira itu, terselip tertawa geer dan agak aneh. Orang normor satu di Kampus STTD itu justru lupa foto dirinya. Pantas saya, saat taruna dulu pstr tubuhnya masih standar. Dan yang pasti, belum ubanan.

Sigit yang didampingi istrinya itu menunjukan salah satu foto kenangan di lokasi Praktek Kerja Lapangan (PKL), di daerah Bali, pertengahan tahun 80-an dulu. Sigit bersama tim PKL berfoto bersama dengan salah satu keluarga di daerah Bali.

Dalam acara pisah sambut Ketua STTD, Senin (31/10/2016), diputar video profil singkat kedua pejabat, baik Zulmafendi, SE, M.Sc sebagai mantan ketua STTD dan penggantinya Sigit Irfansyah. Dalam video tersebut, profil kedua pejabat itu ditayangkan dengan apik dengan pernik-pernik aneh dan lucu yang sayang untuk dilupakan.

Saat diberikan kesempatan memberikan sambutan, Sigit tampil didampingi istrinya. Dengan spontan, dia mengaku sangat suprise dan kembali melihat kenangan saat masih taruna dulu. Sigit pun minta kembali dibuka beberapa slide, terutama saat dia masih taruna di STTD.

Salah satu foto yang ditayangkan adalah kenangan di lokasi PKL, di daerah Bali. Aneh, justru dia yang lupa mana dirinya. Dengan menunjuk fotonya itu, disebutkan, “Ini foto saya saat PKL dulu. Saat itu di Bali. Tapi mana foto saya ya? Kayaknya yang di bagian belakang itu,” kata dia sambil menunjuk salah satu foto taruna yang masih culun itu.

Mendengar pernyataan Sigit yang lupa dirinya itu, sontak membuat ratusan taruna dan staf STTD menjadi tertawa riuh. “Huuuu, foto sendiri kon lupa,” celetuk seorang taruna.

Aneh memang, tapi itu terjadi. Mungkin bukan hanya Sigit, tapi banyak pejabat lain di negeri ini sering lupa jika dsuruh menujkukkan foto-fitonya saat ekcil atau masih di bangku sekolah dulu. Apalagi, kondisi fisik terutama rambut jauh berbeda jauh berbeda dibandingkan saat sekolah dulu. Ada yang sudah botak, atau sekarang sudah putih semua karena ubanan.

Pisah Sambut Zulma1

Kerja Enjoy Dan Tidak Tabah Ubannya

Sigit berharap, sekembalinya ke Kampus STTD bisa bekerja lebih enjoy dan bekerja maksimal mengabdi kepada bangsa dan negara. “Saya terima tugas dan amat ini, dan saya berjanji untuk berbuat yang terbaik bagi nusa dan bangsa termasuk almamater saya STTD tercinta ini,” cetus Sigit.

Saya meninggalkan STTD sejak 1987 lalu. Sudah banyak tugas dan jabatan sudah dijalaninya. “Saat masuk di Direktur BSTP, rambut saya mulai memutih. Kemudian pindah ke Balitbang Perhubungan makin banyak yang putih. Tapi, setelah masuk di STTD sebagai Ketua saya berharap tidak semakin banyak uban saya,” harap Sigit.

Dimanapun bekerja, menurut Sigit, selalu ada tantangan. Dan itu membutuhkan kerja keras, sinergi dan koordinasi dengan pihak terkait lainnya. “Saya belum bisa sebutkan fokus kerja saya mendatang. Besok (hari ini-red) saya baru akan rapat bersama staf. Tapi, saya berjanji akan berbuat yang terbaik dan menjadikan kampus STTD menjadi semakin baik dan mampu menghasilkan lulusan yang terbaik pula,” jelas Sigit saat dikonfirmasi Beritatrans.com, Senin.

Zulma dan Sigit

Fokus Pendidikan Vokasi

Kepala BPSDM Perhubungan Dr. Waju Satrio Utomo meminta agar STTD tetap fokus menjadi lembaga pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan lulusan yang baik dan terpercaya. “STTD harus menghasilkan lulusan yang siap bekerja, sesuai dengan dinamika dan tuntutan serta kebutuhan dunia kerja,” pesan Tommy, sapaan akrab dia.

Seluruh perwira transportasi lulusan STTD, menurut Tommy, harus siap bekerja. Mereka menguasai kemampuan teknis di bidang tranpsortasi darat sekaligus diperkuat dengan kemampuan non teknis.

Mereka adalah sosok insan transportasi yang prima fisiknya profesional kerjanya dan bertika yang baik. “Jika kedua kompetensi itu dikuasai lulusan STTD, kita optimis mereka akan bisa bekerja dan terus dibutuhkan dunia kerja yang kian ketat ini,” tegas Tommy.(helmi)

Zulma Sigit2