Angkasa Pura 2

Distribusi BBM Di Depo Plumpang Sepanjang Selasa Kemarin Normal

Ekonomi & Bisnis KoridorRabu, 2 November 2016
Arsono Kuswandaru1

JAKARTA (Beritatrans.com) – PT Pertamina Patra Niaga yang mendapat penugasan dari Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) untuk mendistribusikan BBM Subsidi sesuai dengan amanah dari Pemerintah. Distribusi BBM khususnya yang disubsidi adalah barang milik negara dan dibayar dengan dana APBN.

“Manajemen Pertamina Patra Niasa memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tidak terganggu termasuk selama hari Selasa (1/11/2016) saat berlangsungnya aksi mogok kerja Awak Mobil Tangki (AMT) BBM di Depo Plumpang, Jakarta,” VP Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Arsono Kuswandanu saat dikonfirmasi Beritatrans.com di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Menurutnya, Pertamina Patra Niaga senantiasa menerapkan sejumlah antisipasi untuk menjamin keamanan dan kelancaran distribusi BBM di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur serta wilayah lainnya.

Dengan koordinasi bersama TNI dan Polri, jelas Soni, terbukti pada hari ini distribusi BBM dapat berlangsung normal dan tidak terjadi kelangkaan pada SPBU yang sempat dikhawatirkan walaupun terapat kegiatan unjuk rasa di Gate TBBM Plumpang.‎

“Selama hari Selasa (1/11/2016), volume BBM yang didistribuiskan Pertamina Patra Niaga tetap normal di kisaran 15.000 kilo liter (KL). Area yang dipasok BBM dari Depo Plumpang meliputi DKI Jakarta, Sebagian Banten, sebagian Jawa Barat khususnya Bekasi, Depok, Bogor dan Sukabumi,” jelas Soni, sapaan akrab dia.

“Untuk itu kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang terhadap isu-isu yang beredar, karena PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga akan berupaya agar tidak mengganggu proses pelayanan distribusi BBM,” tukas Arsono.

IMG_20161101_113418_edit

Tangani 48 Depo BBM

Manager Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Bahtra Isan Tarigan mengatakan, selama ini masalah distribusi BBM dari 48 Depo BBM yang harus ditangani di wilayah Jawa, Sumatera dan sebagian Sulawesi hanya ada di Depo Plumpang.

“Pemogokan kerja dan menuntut peningkatan kesejahteraan hanya terjadi di beberapa aggota AMT di Depo Plumpang. Sementara, 47 Depo BBM lain yang ditangani Pertamina Patra Niaga tidak bermasalah. Padahal, yang menangani juga AMT yang disediakan oleh para vendor atau perusahaan penyedia jasa AMT seperti ini,” kata Bahtra.

Dia menambahkan, pola kerja sama antara Pertamina Patra Niaga adalah dengan vendor atau penyedia jasa AMT. Khususnya di Depo Plumpang, vendor penyedia AMT adalah PT Sapta Sarana Sejahtera (SSS).

“Sedang Depo BBM lain dilayani vendor lain meski dengan pola kerja yang sama. Jontrak kerjana menggunakan sistem performansi, bukan lembur. Dan kontrak kerna dengan vendor itu maksimal dua tahun. Kepada semua pihak hendaknya menyikapi kerja sama ini dengan baik dan dikembalikan pada kontrak kerja sama yang mereka tandatangani sendiri,” tandas Bahtra.(helmi)