Angkasa Pura 2

Angkutan Umum Di Beberapa Kota Besar Makin Buruk Dan Memprihatinkan

KoridorKamis, 3 November 2016
rutetranssemarang

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kondisi angkutan umum di berbagai kota besar di Indonesia kian memburuk dan menuju lonceng kematiannya. Salah satu kota yang mengalami hal itu adalah Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah.

“Angkutan umum kondisinya semakin parah dan pelayanan sangat buruk. Tidak tersedia infrastruktur yang berkeselamatan, membuat sepeda motor menjadi andalan mobilitas warga,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno saat dikonfirmasi Beritatrans.com, Kamis (3/11/2016).

Menurutnya, jumlah armada angkutan umum yang ada di Kota Semarang saja tidak akan sanggup membawa semua pegawai pegawai negeri sipil (PNS) di Semarang termasuk di hari Jumat tanpa kendaraan bermotor.

“Jumlah itu belum termasuk warga Semarang lain yang juga akan melaksanakan aktivitas. Kondisi itu tak pernah difikirkan dan diantisipasi Pemprov Jawa Tengah saat meluncurkan kebijakan tersebut,” jelas Djoko.

Terlebih lagi, menurut Djoko, Pemprov Jateng juga sangat tidak mendukung keberadaan layanan angkutan umum seperti Bus Rapit Transit (BRT) Trans Semarang yang setiap hari ada 10 kali lewat Jl. Pahlawan yang merupakan kumpulan kantor-kantor Pemerintah di Kota Semarang.

Ironisnya, menurut Djoko, sejauh ini tak satupun terdapat halte bus buat BRT Trans Semarang untuk berhenti menurunnaikkan penumpang.

“Kalau begitu, bagaimana PNS Pemprov Jateng dan instansi pemerintah lain mau naik angkutan umum khususny BRT Trans Semarang,” tanya Djoko diplomatis.

Sungguh ironis. Jika Pemprov Jateng serius tegakkan program Jumat Bebas Kendaraan Pribadi misalnya, tambah Djoko, maka angkutan umum khususnya BRT di Kota Semarang harus dibenahi dan diperkuat.

“Jangan sebaliknya, melarang menggunakan kendaraan pribadi, tapi angkutan umum dibiarkan mati pelan-pelan dan tak diurus,” tegas Djoko. (helmi)