Angkasa Pura 2

Ida Berhasil Selamat dari Kapal Tenggelam di Batam Terbantu  Sebatang Kayu dan Nelayan ‎

DermagaSabtu, 5 November 2016
IMG-20161104-WA011

BATAM (BeritaTrans.com) – Banyak cara menyelamatkan diri dari musibah kapal tenggelam di Tanjung Memban, Nongsa, Batam. Adalah Nur Halidah (16) yang akrab disapa Ida, akhirnya berhasil selamat setelah melalui perjuangan panjang.

Ya, dalam cerita haru yang ditulis tribun‎news batam, Ida menyampaikan bahwa dia terbantu sebatang kayu yang tak terlalu panjang dan nelayan yang menemukannya, sehingga bisa selamat dan berbaur dengan korban selamat lainnya di pusat rehabilitasi Dinas Sosial Batam Nilam Suri, Jumat sore (4/11/2016).

Ida termasuk penumpang termuda selain balita yang ditemukan meninggal dunia. ‎Jiwa muda dan semangat ingin tetap hidup ditunjukkan perempuan tangguh ini, bukan hanya untuk dirinya, namun juga penumpang lainya termasuk empat diantaranya merupakan teman baiknya.

“Saat kapal terbalik, saya dan empat teman saya berada di bawah kapal dan selanjutnya berebut dengan penumpang lainnya agar dapat keluar dari panik dan  timbul di atas laut,” urai Ida.

Saat dia berhasil naik ke atas kapal, teman-teman penumpang lainya, menarik-narik kakinya. Lantaran tak ingin kehilangan empat teman yang baru dikenal saat di penampunga di Johor, Malaysia, dibiarkannya mereka menarik kaki dan celananya.

“Saya peluk satu teman saya, agar kami bisa bernafas bersama-sama, namun teman yang lainnya menarik-narik kaki saya‎,” kata Ida.

Ida terus berupaya menolong teman-temannya, namun naas tak bisa ditolak, satu persatu temannya lepas dari pegangannya.

Akhirnya Ida pun tak berdaya, bahkan celana panjang yang dikenakanya sampai copot karena tertarik teman-temannya. Tersisa satu teman yang masih di sisinya pun akhirnya tak diketahui nasibnya, lantaran Ida sudah mulai kesulitan bernafas dan banyak menelan air laut.

Beruntung ada penumpang lainnya yang melemparkan kayu kepada Ida. Maka berpeganganlah dia hingga mencapai dua jam terapung di atas laut, sampai ditolong nelayan yang melintas.

“Saya ditarik rambut hingga terangkut ke kapalnya dan nelayan itu memberikan kain pada saya, lantaran sudah tak bercelana,” kenang Ida. (omy)‎