Angkasa Pura 2

Tarif Perlu Dikaji Ulang Agar Pelabuhan Tanjung Priok Lebih Kompetitif

DermagaSelasa, 8 November 2016
2016-11-07 15.29.08

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok, I Nyoman Gede Saputra mengatakan pihaknya siap bekerja keras melaksanakan kebijakan untuk menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan transhipment (hub port).

“OP tentu bersama stake holder Pelabuhan Priok lainnya akan mengkaji apa saja yang perlu dilakukan untuk mewujudkan pelabuhan ini menjadi pelabuhan transhipment,” tuturnya, Senin (7/11/2016).

Dalam kunjungannya, Minggu (6/11/2016), Menhub Budi Karya Sumadi minta Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II untuk membangun model bisnis sehingga mampu bersaing dengan pelabuhan besar lainnya termasuk Singapura. Karenanya, Pelabuhan Tanjung Priok patut dikembangkan menjadi pelabuhan alih muat internasional.

Menurut Nyoman, banyak hal yang harus dikaji ulang untuk menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan transshipment.

Misalnya tarif sekarang ini dinilai belum mampu bersaing dengan tarif pelabuhan transshipment di luar negeri. Ini perlu dikaji bagaimana membuat tarif lebih kompetitif.

Waiting time bagi kapal mau bongkar muat perlu dikaji lagi. Kalau belum baik berarti ketentuan Service Level Agreement (SLA) perlu ditingkatkan.

Nyoman mengatakan jika Pelabuhan Tanjung Priok sudah berfungsi menjadi pelabuhan transshipment untuk barang ekspor dari berbagai daerah masuk ke Pelabuhan Priok kemudian dikapalkan langsung ke nagara tujuan.

Juga barang impor dari negara asal langsung ke Pelabuhan Priok baru didistribusikan ke pelabuhan pelabuhan di daerah.

Sekarang ini Pelabuhan Tanjung Priok masih banyak berfungsi sebagai pengumpan ke Singapura baru dilanjutkan ke negara tujuan. (wilam)