Angkasa Pura 2

Lagi, 2 Gadis Maroko Ditolak Masuk Lewat Bandara Soetta

BandaraRabu, 9 November 2016
images (4)

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Kedatangan dua warga negara Maroko pada Selasa (8/11) sekitar pukul 13.15 WIB ditolak Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Pasalnya, kedua penumpang memiliki izin masuk yang tidak jelas.

Kedua orang warga negara Maroko itu berjenis kelamin perempuan, dengan inisial SM (27 tahun) dan NK (26). Mereka datang dari Kuala Lumpur, menggunakan pesawat Malindo Airline OD 316 sekitar pukul 12.30.

Kabag Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Heru santoso, mengatakan, petugas di Bandara Soekarno-Hatta telah melakukan wawancara dan pemeriksaan lebih lanjut. Dari proses itulah didapati sejumlah informasi.

“Pertama, tidak mempunyai maksud dan tujuan yang jelas. Kedua diduga yang bersangkutan termasuk dalam jaringan prostitusi,” kata Heru lewat rilis yang diterima Republika, Selasa (8/11).

Berdasarkan Pasal 13 UU no 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Pejabat Imigrasi menolak orang asing masuk wilayah Indonesia dalam hal orang asing tersebut terlibat jaringan prakti atau kegiatan prostitusi.

Untuk itu, dua warga Maroko itu ditolak masuk dan dipulangkan ke tempat asal kedatangan (Kuala Lumpur) malam ini, dengan pesawat Lion Air JT 286, Selasa (8/11) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

4 PEREMPUAN
Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mendeportasi empat wanita muda asal Maroko. LR, 24 tahun, CN (27), AM (25), dan EA (23), langsung dipulangkan setelah beberapa jam mendarat di Soekarno-Hatta.

“Sudah dikembalikan ke kota terakhir sebelum mereka tiba di Jakarta, yaitu Abu Dhabi, UAE, pada Jumat malam lalu,” ujar Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Alif Suaidi, Sabtu, 5 November 2016.

Keempat wanita itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat, 4 November 2016, dengan menumpangi pesawat Etihad dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (rol).