Angkasa Pura 2

Budi Karya: Laskar Medsos Kemhub Harus Bisa Meng-counter Informasi Sesat

SDMMinggu, 13 November 2016
IMG_20161113_081035_edit

JAKARTA (Beritatrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kita hidup di era digital. penggunaan produk canggih untuk pengolahan data dan informasi sudah merasulki ke seluruh sendi kehidupan bangsa.

“Produk iptek seperti handphone dan media sosial (medsos) yang biasa harus dimanfaatkan dengan baik, benar serta bertanggung jawab,” kata Menhub Budi Karya Sumadi saat Pembentukan Tim Medsos Kementerian Perhubungan di Jakarta, Minggu (13/11/2016).

Untuk mengefektifkan penyebaran informasi dan komunikasi mengenai banyak hal di Kementerian Perhubungan, harus dilakukan secara massif dan melibatkan banyak pihak. Tim Medsos Kementerian Perhubungan yang mempunyai ratusan anggota Laskar Medsos di seluruh kampus perhubungan dan BUMN sektor transportasi.

Ratusan taruna terbaik dari berbagai matra yang ada dikumpulkan di Jakarta dan dikukuhkan menjadi anggota Tim Medsos Kementerian Perhubungan. Mereka itu diharapkan menjadi mata, telinga dan kepanjangan tangan Kementerian Perhubungan di masyarakat.

“Tim inilah yang diharapkan menjadi garda terdepan Kementerian Perhubungan menghadapi serangan pihal luar serta derasnya informasi di medsos yang tak semua menguntungkan,” jelas Menhub Budi Karya didampingi Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo dan para pejabat eselon I Kementerian Perhubungan itu.

Banyak manfaat dan nilai tambah dengan merebaknya medsos ini. Pekerjaan manusia lebih cepat, hemat dan resiko atau beban fisik lebih kecil. “Penyebaran informasi bisa dilakukan, cepat, muda dan melampaui batas ruang dan waktu,” jelas Menhub.

Media sosial seperti facebook, twitter, instagram, parth, email, whatapps dan lainnnya harus dimanfaatkan secara benar. “Misalnya, info mudik, kemacetan lalu lintas bisa disampaikan secara cepat dan riil time melalui medsos. Laporan dan koordiansi antara pejabat dengan staf di lapangan makin cepat dan akurat. Ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat,” sebut Menhub.

Counter Info Menyesatkan

Dalam kondisi tertentu, kilah Menhub Budi Karya Sumadi, medsos bukan hanya untuk menyebarkan info baik, tapi ada pula info yang menyesatkan. “Tapi medsos juga harus bisa meng-counter info-info negatif dan menyesatkan terutama terkait Kementerian Perhubungan,” papar Menhub lagi.

Menurut Menhub, pembentukan Tim Medsos Kementerian Perhubungan dengan ratusan anggota Laskar Medsos dari sekolah-sekolah transportasi dan BUMN terkait akan sangat bermanfaatkan.

“Saat ini, saya bertemu dan berkumpul dengan taruna terbaik di kampus masing-masing. Mereka komitmen untuk menjadi Laskar Medsos dan siap menyebarluaskan info-info penting mengenai kinerja dan program Kementerian Perhubungan,” papar Menhub lagi.

Tim Medson ini, pesan Menhub Budi Karya harus mampu menjadi Laskar Medsos Kementerian Perhubungan yang jempolan. “Kalian harus menyebarluaskan info-info penting mengenai Kemenhub. Bila perlu meng-counter informasi yang menyesatkan masyarakat,” pesan Menhub.

“Di sisi lain juga harus menjadi benteng penjaga yang siap meng-counter pemberitaan negatif dan menyudutkan. Pada akhirnya, masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang dan adil,” tegas Menhub Budi Karya Sumadi. (helmi)

loading...