Angkasa Pura 2

Mantapkan Sekolah Vokasi, 70% Materi Diklat STPI Adalah Praktek Lapangan

Kokpit SDMSenin, 14 November 2016
Tommy  Novyanto dkk

TANGERANG (Beritatrans.com) – Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) harus memantapkan peran dan posisinya sebagai lembaga pendidikan dan latihan (diklat) vokasi. STPI harus tetap fokus mendidik calon insan tranportasi yang andal dan siap kerja.

“Sekolah (STPI-red) ini harus. mencetak para praktisi yang langsung siap kerja dan sesuai dinamika dan kebutuhan zaman,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Dr.Wahju Satrio Utomo pada sertijab Ketua STPI di Tangerang, Senin (14/11/2016).

Kurikulum diklat semua program studi (prodi) sudah di-up date. Semua sudah disesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan zaman yang terus berkembang.

“Dinamika di masyarakat dan dunia usaha khususnya industri penerbangan harus diantisipasi dengan menyiapkan SDM unggul,” papar Tommy di depan Ketua STPI Novyanto Widadi, S.Pi dan ratusan taruna penerbangan itu.

Tugas Ketua STPI yang baru, menurut Tommy, untuk bisa merumusnya dan menjabarkan kurikulum yang ada menjadi bahan ajar yang siap disampaikan dan diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar di kampus ini.

Untuk meningkatkan kualitas diklat di STPI sebagai lembaga diklat vokasi, menurut Tommy, maka materi diklat harus lebih banyak praktek dengan komposisi 70 : 30 persen. “Porsi diklat taruna STPI harus lebih banyak praktek di lapangan, selain teori di kelas,” terang dia.

Dia menambahkan, untuk meningkatkan kualitas diklat di STPI sekaligus membangun SDM dosen dan instruktur, mereka harus ikut program magang di maskapai atau perusahaan terkait. “Jadi, mereka bukan hanya mampu dan menguasai teori, tapi juga mahir dan praktek langsung di lapangan,” urai Tommy.

“Mulai tahun depan, seluruh dosen dan instruktur harus ikut program magang sesuai bidang kajian dan mata kuliah yang diajarkan pada para tarunanya,” tegas Tommy.(helmi)