Angkasa Pura 2

PT KAI Serahkan Pilihan Jalur Reaktivasi Kereta Yogyakarta-Magelang ke Kemhub

EmplasemenSenin, 14 November 2016
jalur

YOGYAKARTA (beritatrans.com) – PT kereta Api Indonesia (KAI) menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah terkait pilihan jalur reaktivasi kereta Yogyakarta-Magelang. Hingga saat ini ada tiga pilihan jalur yang bisa diambil.

Eko mengatakan, ketiga jalur alternatif tersebut adalah pertama, menghidupkan jalur lama. Jalur ini nantinya akan melalui Pingit, Kutu, Mlati, Beran, Sleman, Medari, Tempel, Blondo, Muntilan, Magelang, hingga Ambarawa.

“Tetapi jalur lama ini sudah terdapat banyak bangunan dan sebagian rel sudah tertimbun aspal,” kata Eko seperti dikutip harianjogja.com.

Alternatif kedua, membangun rel baru dari Patukan menuju Degan, Tempel, Blondo, hingga Borobudur.

Rencananya, jalur ini akan beriringan dengan jalan raya yang akan dibangun sehingga pembebasan tanah tidak terlalu besar. Namun, jalur ini juga akan melalui banyak permukiman sehingga dampak sosialnya dinilai tinggi.

Alternatif ketiga yakni membangun jalur baru dari Sentolo, Kalibawang, Degan, Tempel, Blondo, hingga Borobudur.

“Ini masih dalam tahap kajian. Kalau membuat jalur baru nilainya lebih mahal. Untuk jalur Patukan dan Sentolo hampir mirip. Tapi, di Patukan itu sudah ada stasiunnya tapi sudah banyak penduduk,” katanya.

Menurut Eko, jika melihat dari sudut pandang waktu pembangunan, maka mengaktifkan jalur lama melalui Pingit akan lebih cepat. Sebab PT KAI sudah memiliki aset dan rel di jalur lama.

Namun, di jalur tersebut sudah terdapat banyak bangunan dan jalan sehingga dampak sosialnya lebih tinggi.

“Tapi kalau masyarakat legawa, ya akan mudah. Ke depan, itu akan jadi transportasi massal dan sangat dibutuhkan. Jogja, Magelang, Borobudur, dan Semarang, akan terhubung,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan, pemilihan alternatif ketiga jalur itu merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian. (aliy)