Angkasa Pura 2

Tabrak Puluhan Bangau, Pesawat Dengan 170 Penumpang Alami Rusak 2 Mesin & Roda

KokpitSenin, 14 November 2016
2016-11-14 07.53.36

3A53B72000000578-0-image-a-7_1479033163323

BANJUL (BeritaTrans.com) – Pesawat Thomas Cook menuju London terpaksa melakukan pendaratan darurat dramatis setelah terbang beberapa saat dan menabrak kawanan besar bangau.

Airbus A321, yang membawa 170 penumpang dari Bandara Banjul di Gambia, menderita kerusakan kedua mesin dan roda pendaratan ketika menelan setidaknya 13 dari burung tak lama setelah lepas landas. Demikian Daily Mail memberitakan pada Minggu (13/11/2016).

“Kami merasa seluruh pesawat goyang,” ungkap pramugari Kayleigh Loveridge menulis tentang insiden di Facebook. Dia menambahkan bahwa pilot menutup salah satu mesin turun sebelum membuat pendaratan yang aman kembali Banjul.

Loveridge mengklaim setidaknya 13 bangau tewas di pesawat dan lebih banyak lagi yang mati di darat setelah tertabrak di udara.

“Setelah pesawat lepas landas, mendaki kmelalui kawanan sekitar 50 bangau. Menyebabkan serangan burung untuk kedua mesin – yang menyebabkan kedua mesin rusak,” tuturnya.

“Segera diikuti oleh salah satu perintah darurat kami dari pilot”.

Dia menambahkan bahwa awak kemudian diberi pengarahan untuk pendaratan darurat kembali Banjul, serta diperintahkan untuk mengkondisikan penumpang.

“Kami mendarat darurat, digulung dengan kecepatan yang sangat tinggi dan untuk waktu yang sangat lama dengan mesin api mengikuti jejak kami sampai pesawat akhirnya terhenti,” ujar Loveridge.

“Kami telah mendarat. Kami menunggu untuk perintah untuk menahan dan mengevakuasi – itu tidak pernah datang. dek penerbangan kami telah berhasil mendaratkan pesawat dengan aman, tanpa ragu-ragu.”

Loveridge: “Itu tidak membuat saya takut untuk terbang lagi atau bekerja sebagai awak kabin.”

3A540CD200000578-3931582-The_post_garnered_more_than_1_000_reactions_-m-2_1479057763720

Seorang juru bicara untuk Thomas Cook mengkonfirmasi laporan insiden dan memuji penanganan sangat profesional kru terhadap situasi darurat tersebut.

Menurut Thomas Cook, semua penumpang menghabiskan malam di sebuah hotel dan kembali dengan selamat ke London dengan penerbanan hari berikutnya. Pesawat yang rusak telah diperbaiki di Banjul dan kembali ke Inggris pada Sabtu malam. (awe).