Angkasa Pura 2

ATKP Surabaya Lestarikan Warisan Adi Luhung Karawitan

SDMRabu, 16 November 2016
Karawitan ATKP1

SURABAYA (Beritatrans.com) – Gema Sworo Angkoso, Grup Karawitan Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) akan terus dikembangkan di kampus penerbangan ini. Animo taruna untuk bergabung dan mengembangkan kesenian daerah Jawa itu cukup besar dan bisa diandalkan.

“Kami baru tambah lagi satu set gamelan baru sehingga mereka bisa berlatih dan mengasah kemampuan dengan lebih maksimal. Selanjutnya bisa menampung perserta latihan lebih banyak serta melestarikan warisan adi luhung seni karawitan ini,” kata Direktur ATKP Surabaya Ir. Setiyo, MM saat dikonfirmasi Beritatrans.com, Rabu (16/11/2016).

Salah satu kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) di ATKP Surabaya ini biasa latihan seminggu sekali, pada Jumat malam. Jika akan tampil, baru ada latihan tambahan, bersama pelatih yang disewa dari luar. Kegiatan seni ini menjadi bagian pengembangan potensi taruna di bidang seni budaya daerah.

“Selama ini, Bu Ninik yang melatih dan membina Grup Karawitan di ATKP Surabaya. Kampus ini, berupaya maksimal mengembangkan kemampuan teknis taruna sebagai calon insan penerbangan yang andal. Tapi juga memfasilitasi pengambangan bakat dan minat serta kemampuan seni para taruna,” jelas Setiyo.

Lagu-lagu pop Jawa seperti Perahu Layar, Surabaya, Stasiun Balapan dan lainnya selalu mengalun lembut di Kampus ATKP Surabaya. “Seperti marching band yang sudah kesohor itu, ATKP Surabaya juga mempunyai Grup Karawitan yang bisa diandalkan. Selain tampil di acara kampus, karawitan ini biasa tampil di luar kampus,” papar Setiyo.

Di sela-sela kegatan belajar di dalam kelas atau di workshop, menurut Setiyo, para taruna diberikan waktu untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang seni. Jadi, mereka tetap bisa tumber dan berkembang optimal baik kemampuan intelektual maupun seni budayanya.

“Banyak kegiatan ekskul di ATKP Surabaya, mulai marching band, sanggar tari ATKP, Grup Karawitan serta beberapa jenis olah raga seperti futsal, seak bola, bola volley, silat, karate, tae kwondo dan lainnya,” sebut dia.

Meski dunia makin modern dan serbuan kesnian asing juag kuat, tapi ATKP Surabaya bertekad akan tetap mengembangkan kesenian daerah yang merupakn warisan adi luhung nenek moyang Indonesia.

“Karawitan salah cabang seni tradisional yang akan dikembangkan dan tetap eksis di Kampus ATKP Surabaya,” tegas Setiyo.(helmi).