Angkasa Pura 2

Ini Kendala dalam Penyelenggaraan Tol Laut

DermagaKamis, 17 November 2016
IMG-20161117-WA018

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kendati sudah dijalankan, namun hingga kini masih ada kendala dalam penyelenggaraan tol laut ini.

Menurut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bay M Hasani, yang paling utama adalah kendala pada kesiapan infrastruktur pelabuhan di Indonesia Timur.

“Salah satu kendala ada di rute tol laut Tanjung Perak (Surabaya)- Merauke PP karena keterbatasan pelabuhan Dobo dan Moa, sehingga pada saat bongkar muat membutuhkan waktu lebih lama,” urai Bay di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Lantaran keterbatasan, lanjut Bay, pelabuhan tersebut juga tidak ada lahan untuk penumpukan kontainer, belum nanti kendaraan angkutnya juga tidak bisa yang besar‎.

“Khususnya di Pelabuhan Moa, tidak cukup kuat untuk menahan beban kapal lebih dari 3.000 DWT. Di sini, kedalaman dermaga hanya cukup untuk draft di bawah enam meter sehingg bila air surut kapal tidak bisa bersandar,” tutur Bay.

Kendala lainnya juga terjadi pada infrastruktur untuk rute kapal tol laut dengan rute Pelabuhan Tanjung Perak-Timika (PP). ‎

“Di pelabuhan Agats,  kapal tidak bisa menyinggahi pelabuhan karena kekuatan dermaga tidak cukup kuat untuk menahan beban kapal,” kata Bay. 

Selain kendala infrastruktur, lainnya adalah terkait muatan barang. Hal itu, menurut Bay, lantaran masih belum seimbangnya antara muatan yang dikirim ke Indonesia timur dan yang akan diangkut kembali.

“‎Kita perlu peran serta BUMN, BUMD, Pemerintah Daerah, dan stakeholder,” pungkas Bay. (omy)