Angkasa Pura 2

Menhub Budi Karya: Pendidikan Harus Bisa Mengejar Ketertinggalan Indonesia Di Laut

Dermaga SDMKamis, 17 November 2016
ICMET Menhub Sambut

SEMARANG (Beritatrans.com) – Indonesia adalah negara maritim yang besar. Wilayah lautnya dan membentang dari Aceh di Barat sampai Papua di Timur. PIP Semarang bisa ikut berkontribusi dalam membangun sektor maritim yang kuat di Tanah Air.

“Sektor maritim merupakan potensi ekonomi yang besar di masa depan. Banyak negara maju kini mengandalkan devisanya dari industri maritim ini,” kata Menhub Budi Karya Sumadi kepada pers di Semarang, Kamis (17/11/2016).

Jaga dan manfaatkan potensi ekonomi di laut. “Salah satu kelemahan Indonesia adalah, belum bisa menggali dan memanfaatkan potensi laut yang luar biasa besar itu,” jelas Menhub usai membuka seminar ICMET di PIP Semarang itu.

Menhub meminta, kita semua bangsa Indonesia harus bisa menggali dan memanfaatkan potensi ekonomi maritim untuk kesejahteraan bangsa dan negara tercinta.

Dikatakan Menhub Budi Karya, tugas lembaga pendidikan di tanah air termasuk PIP Semarang sebagai lembaga pendidikan kepelautan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

ICMET Menhub tommy dan wisnu

“Pendidikan kemaritim harus bisa mengejar ketertinggalan Indonesia di laut. Di Indonesia sangat sedikit ahli bidang maritim. Potensi dan posisi laut Indonesia di dunia international sangat besar,” papar mantan Dirut AP II itu.

Kampus PIP Semarang, menurut Menhub, harus terus mengefektifkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan (diklat) kepelautan agar menghasilkan pelaut-pelaut yang berkualitas.

“Kita adalah lembaga pendidikan vokasi dan harus mampu mendidik insan perhubungan yang siap kerja dengan profesional. Selanjutnya bekerja dan berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara,” terang Budi Karya lagi.

Dia menambahkan, pelaut termasuk alumni PIP Semarang akan mempunyai peran sentral untuk membangun industri maritim dan mendukung keberhasilan program tol laut Presiden Jokowi,” tegas Menhub Budi Karya.(helmi)