Angkasa Pura 2

Polri Persilakan Unjuk Rasa, Tapi Jangan Ganggu Ketertiban Umum

Aksi Polisi KoridorMinggu, 20 November 2016
Boy Rafli Kadiv Humas

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kepolisian hingga sampai saat ini melihat pelaksanaan unjuk rasa adalah bagian dari hak warga masyarakat. Yang penting hindarilah unjuk rasa yang menggangu ketertiban umum.

“Polri mempersilakan unjuk rasa itu, asal tidak mengganggu ketertiban umum,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar kepada wartawan usai menghadiri Tablig Akbar di Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).

Seperti diketahui, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI berencana kembali menggelar unjuk rasa 2 Desember mendatang. Aksi massa tersebut direncanakan melintasi beberapa jalan protokol Ibukota Jakarta, seperti Jalan Sudirna, MH Thamrin sampai Silang Monas Jakarta.

Seperti dikutip laman detikcom, Boy menambahkan, terkait demonstrasi 2 Desember 2016 nanti yang akan melewati jalan-jalan protokol, diharapkan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Aksi tersebut diharapkan tertib.

“Seperti Jalan Thamrin, Jenderal Sudirman, itu adalah jalan urat nadi Jakarta. Merupakan pusat dari segala pusat aktivitas pemerintahan, domestik dan internasional. Oleh karena itu, mohon untuk tidak mengganggu ketertiban aktivitas masyarakat kita,” jelas Boy lagi.

Disinggumnh soal pengamanan yang akan dilakukan, Boy mengatakan jumlah personel pengamanan masih akan sama seperti demo 4 November. Begitu juga dengan pola pengamanannya.

“Jumlahnya masih seperti yang kemarin, tidak berubah. Kalau kemarin kan 18 ribu, itu masih tetap personelnya. Jadi rencana pengamanannya, pola pengamanannya tetap seperti yang kemarin. Yang terpenting para koordinator lapangan kooperatif,” ulas Boy.

“Tujuan kita baik, tujuan mengekspresikan pendapat, tujuan mengamankan itu adalah bentuk pelayanan kami. Jadi semuanya diharapkan saling hormat menghormati. Sehingga tujuan utama penyampaian aspirasi tercapai dan tujuan kepolisian dalam rangka menjamin keamanan juga tercapai. Jadi sama-sama kita laksanakan. Jadi kami harap nanti ada saling pengertian antara korlap dengan petugas di lapangan,” tandas mantan Kapolda Banten ini.

Namun begitu, Boy berharap kerusuhan yang terjadi di penghujung demo 4 November lalu tak terulang. Dia berharap demo benar-benar tertib.

“Jangan sampai peristiwa-peristiwa kemarin ada pihak-pihak yang sengaja memprovokasi, menyerang petugas, 18 orang petugas polisi luka-luka dan saat ini saja 2 itu belum sembuh benar,” tegas Boy.(zal/dtc)