Angkasa Pura 2

KNKT: Perlu Ada Uji Kelaikan Pengangkut Bahan Berbahaya dan Beracun

KoridorSelasa, 22 November 2016
IMG-20161122-WA0006~2

JAKARTA (beritatrans.com) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memandang perlu adanya uji kelaikan kendaraan pengangkut Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Uji kelaikan tersebut tidak hanya terhadap kendaraannya, tetapi sekaligus terhadap tangki B3 sebagai satu kesatuan kelaikan kendaraan.

Hal itu disampaikan Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono saat membuka Forum Diskusi dengan tema “Membangun Sistem Tanggap Darurat Angkutan B3 yang Terintegrasi” di Bandung, akhir pekan kemarin.

“Perlu ada uji kelaikan kendaraan baru pengangkut B3 termasuk di dalamnnya tangki yang digunakan untuk mengangkut Bahan B3,” ujar Soerjanto.

Menurut Soerjanto, selama ini belum ada instansi yang bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan atau tanggap darurat baik yang terjadi di jalan tol maupun bukan tol.

IMG-20161122-WA0005~2

KNKT juga mengaku prihatin terkait faktor keselamatan angkutan bahan B3. Sebab hingga saat ini belum ada instansi yang melakukan uji berkala terhadap tangki yang digunakan untuk mengangkut B3.

Sedangkan Kementerian Perhubungan hanya berwenang melakukan uji kelaikan kendaraannya saja, tidak termasuk tangki B3.

“Jadi ketika ada kecelakaan pengangkutan B3 yang mengakibatkan korban atau terpapar limbah dan barang beracun, siapa yang harus bertanggung jawab,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KNKT juga mempertanyakan terkait peralatan yang perlu ada pada kendaraan pengangkut B3 disertai penempatannya. Sampai dengan saat ini Kementerian Perhubungan belum menetapkan peralatan pendukung yang perlu ada apabila terjadi kecelakaan atau kebakaran pada kendaraan pengangkut B3 terkecuali hanya sebatas alat pemadam kebakaran.

“Peralatan ini harus ada dan melekat pada kendaraan pengangkut B3, tidak hanya untuk bahan yang mudah terbakar saja melainkan juga untuk bahan yang beracun,” katanya.

Menurutnya, peralatan pendukung ini sangat membantu untuk mengurangi dampak pencemaran bahan B3 bagi lingkungan sekitarnya apabila mobil pengangkut bahan B3 ini mengalami kecelakaan di jalan.

“Kendaraan pengangkut B3 sering di parkir dengan kendaraan pengangkut lainnya, hal ini sangatlah berbahaya terutama apabila kendaraan itu diparkir berdekatan dengan kendaraan yang mengangkut bahan pangan. Oleh karena itu, setiap pengemudi perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup terhadap hal ini,” ujar Soerjanto. (aliy)

loading...