Angkasa Pura 2

Tingkatkan Kualitas Pelaut Indonesia Dengan Bekali Kemampuan Bahasa Inggris Yang Baik

SDMSelasa, 22 November 2016
Taruna STIP yel2

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pelaut senior dan Kasubag Katrunaan dan Aluni STIP Jakarta Capt. Yeddy Teddy Theodorus Ombuh, M.Mar mengatakan, pendidikan dan pelatihan celon pelaut di tenaha air perlu penguatan, khususnya di bidang penguasaan Bahasa Inggris dan information technology (IT).
 
Secara teknis,  lanjut dia, kemampuan pelaut-pelaut Indonesia cukup bagus, terutama para perwira atau executive officer di atas kapal. Mereka sejak awal memang dipersiapkan menjadi perwira pelaut yang profesional.

“Tapi, bagi pelaut rating ini memang masih rendah kemampuan Bahasa Inggrisnya. Mereka juga berangkat dari latar belakang dan kemampuan berbeda-beda. Merek itu yang perlu dibenahi dan ditingkatkan kemampuan Bahasa Inggrisnya,” kata Yeddy menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Selasa (22/11/2016).
 
Dia menambahkan, klaim selama ini pelaut Indonesia kemampuan Bahasa Inggrisnya kurang, itu hanya pada para pelaut rating. Bisa dimaklumi, mereka itu adalah pekerja karier dan umumnya berangkat dari level terbawah atau anak buah kapal (ABK) biasa.
 
“Bagi para perwira di kapal, para alumni pendidikan tinggi pelaut terutama di bawah BPSDM Perhubungan tak kalah bersaing. Faktanya, banyak kadet dari STIP Jakarta, PIP Semarang, PIP Makasar dan lainnya sukses di kapal-kapal asing. Tidak sedikit kadet kita juga langsung direkrut pelayaran asing untuk menjadi karyawan setelah lulus,”  papar Yeddy.
 
Dia menambahkan, Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa kedua di  Filipina, selain Bahasa Tagalog, bahasa nasional Filipina. Setiap hari, warga Filipina selain berkomunikasi dengan Bahasa Tagalog juga berbahasa Inggris.

“Jadi wajar kalau mereka lebih fasih menggunakan Bahasa Inggris. Yang perlu dilakukan sekarang, bagaimana membiasakan para taruna atau siswa pelaut dengan Bahasa Inggris yang lebih baik. Syukur-syukur bisa menjadi bahasa harian di masyarakat kita,” kilah Yeddy.
 
Dalam kurikulum pendidikan kepalutan di Tanah Air terutama BPSDM Perhubungan sudah  direvisi sesuai dinamika dan kebutuhan zaman. Mata kuliah Bahasa Inggris dan IT diberikan setiap smester dan diujikan.

“Selain itu, masih ada upaya lain untuk melatih dan memperkuat kemampuan Bahasa Inggris taruna seperti mendatangkan native speaker, kegiatan esktrakurukuler Bahasa Inggris dan lainnya,” kilah Yeddy.
 
Bahasa Inggris, menurut dia menjadi alat komunikasi vital bagi pelaut saat bekerja di atas kapal. Apalagi jika mereka berlayar di kapal-kapal asing.

“Wajib hukumnya menguasai Bahasa Inggris bagi taruna pelaut. Jika tidak, bisa terjadi miskomunikasi bahkan tak mampu mengerjakan tugas dengan baik dan benar saat di kapal karena tak tahu apa maksuda perintah kepadanya,” tandas Yeddy.
 
Sebelumnya, mantan Direktur PIP Semarang Capt. Eddy Santoso, M.Mar mengatakan, untuk meningkatkan kemampuan dan komptensi pelaut Indonesia yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris taruna.

“Saat mereka bekerja atau kadet praktik di atas kapal, mereka tahu dan pahami tugas dan kewajibannya. Selain itu juga mengerti apa perintah dan tugas yang diberikan kepadanya,” kata Eddy pada Beritatrans.com.
 
Saat menjadi Direktur PIP Makassar, papar Eddy, dia pernah mengirimkan delapan taruna senior untuk studi banding ke Filipina.

“Hasilnya, tak terlalu ketinggalan.  Kemampan Bahasa Inggris taruna pelaut Indonesia khususnya PIP Makassar cukup baik dan sebanding taruna asal Filipina dan negara ASEAN lainnya,” tandas  Eddy.
 
“Pendidikan teknis kepelautan di Indonesia perlu dibina dan ditingkatkan. Penguasaan Bahasa Inggris mereka harus terus ditingkatkan agar sebanding dengan mitranya pelaut asal Filipina atau negara-negara ASEAN lainnya,” tegas Yeddy.(helmi)