Angkasa Pura 2

150 Kapal Di Sungai Mahakam Tak Penuhi Keselamatan Pelayaran

DermagaSabtu, 26 November 2016
images (14)

SAMARINDA (BeritaTrans.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda melakukan uji petik terhadap kapal-kapal yang beroperasi di Sungai Mahakam. Alhasil, banyak ditemukan kapal-kapal yang tidak memenuhi standart keselamatan pelayaran.

Kepala Dishub Samarinda, Ismansyah mengatakan, hasil uji petik itu tentu akan jadi acuan pihaknya untuk memperketat masalah keselamatan pelayaran. Apalagi sudah ada Permenhub RI no 20/2015 tentang keselamatan pelayaran.

“Rata-rata tidak memenuhi keselamatan pelayaran mulai life jacket, ring buoy, Apar dan STK (Surat Tanda Kecakapan). Ini juga upaya meminimalisir kecelakaan atau musibah di perairan, khususnya Sungai Mahakam,” ucap Ismansyah.

Ia menambahkan, dari uji petik itu sebanyak 150 armada kapal dianggap tidak memenuhi standar keselamatan pelayaran. Bahkan rata-rata kapal juga tidak dilengkapi dengan lampu navigasi. “Lampu itu sangat penting untuk menghindari tabrakan antar kapal ketika sedang berlayar,” katanya.

Menurutnya, ini akibat masih rendahnya kesadaran pemilik kapal mengenai standar keselamatan. Pengecekan yang meliputi mesin kapal, merek, daya, asuransi, alat penerang, pelampung, dan kapasitas angkut. “Kapal yang dicek semuanya dari dan menuju Hulu Mahakam,” jelasnya.

Uji petik tersebut terbilang selektif. Dia menyebut, transportasi Sungai Mahakam salah satu jalur yang terbilang sibuk di Indonesia. “Kecelakan kapal masih tinggi. Padahal, itu bisa dicegah serta jangan menyalahkan cuaca. Ketika cuaca buruk, pelayaran bisa dibatalkan,” sarannya.

Catatan memperlihatkan salah satu kecelakaan yang hingga kini korbannya belum ditemukan adalah karamnya speedboat Noor Istiqomah di Mahakam Ulu. Sejak 18 Januari hingga kini, tiga korban belum ditemukan. Kapal yang dicek tersebut kebanyakan berlayar dari Samarinda-Wahau, Samarinda-Long Bagun, Samarinda-Melak, Samarinda-Damai, dan Samarinda-Tabang.

Berdasarkan pengamatan instansinya selama 3 tahun ini, ada 3 faktor penyebab utama terjadinya kecelakaan yaitu faktor alam seperti angin dan ombak, faktor teknis seperti kondisi kapal, dan faktor manusia atau sering disebut human error.

“Kami ingatkan agar awak kapal selalu menomorsatukan keselamatan pelayaran dengan mematuhi standar operasi prosedur yang sudah ditetapkan,” tandasnya. (lia).

Sumber: Radar Tarakan

loading...