Angkasa Pura 2

BRT Di Kota Semarang Bukan Untuk Menğgusur Angkutan Umum Yang Sudah Ada

Koridor SDMMinggu, 27 November 2016
Terminal-mangkang-semarang1

SEMARANG (Beritatrans.com) – Pembangunan angkutan umum ke kampus-kampus di Kota Semarang yang terintegrasi dengan koridor BRT Semarang tak harus mematikan angkutan umum lama yang sudah ada.

“Keduanya bisa disinergikan dengan angkutan umum ke kampus bahkan bisa saling melengkapi,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada Beritatrans.com, Sabtu (26/22/2016).

Dikatakan operator angkutan umum diupayakan para pengusaha angkot yang sudah ada, supaya tidak terjadi konflik sosial. Termasuk kendaraan umum yang akan melintasi kampus-kampus utama di Kota Semarang Jawa Tengah nanti.

“Adanya BRT bukan untuk menggusur operator lama, akan tetapi menggeser dari sistem setoran ke gaji bulanan,” jelas Djoko.

Yang perlu diperhatikan sebelum dioperasikan rute ini menjadi BRT Trans Semarang Koridor 6, sepanjang rute ini belum tersedia trotoar yang memadai.

Bahkan, menurut Djoko, sekitar 95% dari panjang jalan tersebut belum tersedia trotoar. Penumpang bisa naik atau turun di sembarang tempat, sehinģga tidak elok bahkan cenderung berbahaya.

IMG-20161126-WA0010

Padahal setiap orang yang akan menggunakan transportasi umum harus berjalan kaki menuju halte. “Sebagai syarat dukungan berhasilnya operasi transportasi umum harus tersedia trotoar nyaman menuju halte,” kilah Djoko.

Membangun trotoar tidak perlu mahal, cukup dibangun dengan material dari paving blok. Murah, mudah dan cepat pengerjaan.

“Trotoar nyaman, halte aman, transportasi umum memadai, idaman semua warga yang menggunakan transportasi umum,” papar Djoko.

Jika perlu, debut dia, setiap halte yang dibangun berdekatan kampus disediakan fasilitas wi fi dan informasi kehadiran bus.

Dia menambahkan, transportasi umum tidak sekedar mengurangi kemacetan, namun lebih dari itu manfaaatnya.

“Sepérti meningkat rasa kebersamaan antar warga, irit energi, hemat pengeluaran, kurangi polusi, turunkan angka kecelakaan, dan lainnya,” terang Djoko.

“Kini, halte sudah terbangun, meski beberapa lokasi baru berupa rambu halte untuk menanti kehadiran bus umum antarkampus,” tegas Djoko.(helmi).

IMG-20161126-WA0009