Angkasa Pura 2

SCI Rekomendasikan Penyusunan Pengembangan Konektivitas Jangka 25 Tahun

DermagaMinggu, 27 November 2016
IMG-20161127-WA006

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Suplly Chain Indonesia (SCI) merekomendasikan kepada pemerintah untuk menyusun pengembangan konektivitas nasional untuk jangka waktu 25 tahun dalam bentuk rencana induk.

“Rencana induk harus berdasarkan data supply & demand, serta pola dan volume pergerakan barang di wilayah Indonesia, baik domestik maupun internasional,” jelas Chairman SCI Setijadi dalam keterangan resminya, Minggu (27/11/2016).

Menurut Setijadi, data yang menjadi referensi berupa kondisi saat ini dan proyeksi jangka panjang. Termasuk di dalamnya arah pembangunan dan perkiraan atau target pertumbuhan ekonomi nasional dan wilayah.

Dengan mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia, lanjut Setijadi, maka rencana induk konektivitas harus mengintegrasikan rencana pengembangan transportasi multimoda dan transportasi laut sebagai backbone.

“Efisiensi biaya transportasi laut dapat dicapai melalui penggunaan kapal berkapasitas besar,” ungkap Setijadi.

Namun begitu diperlukan penyiapan infrastruktur pelabuhan, terutama kedalamannya. Hal itu lantaran saat ini, kedalaman beberapa pelabuhan utama di Indonesia berkisar 6-12 m.

“Pelabuhan dengan draft kurang dari sembilan meter hanya bisa disinggahi kapal berkapasitas maksimum 800 TEUs. Di samping karena persoalan muatan, hal ini menjadi salah satu penyebab sebagian besar kapal di Indonesia berukuran 350-800 TEUs yang relatif kurang efisien,” urai Setijadi.

Sebagai perbandingan, sebagian besar kapal di beberapa negara (Malaysia, India, dan China) berukuran di atas 1000 TEUs.

Setijadi juga menekankan bahwa Pngembangan infrastruktur konektivitas juga harus mempertimbangkan dan mendukung pengembangan komoditas dari wilayah-wilayah, seperti komoditas pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Di samping akan meningkatkan daya saing produk dan komoditas Indonesia, pengembangan konektivitas dan logistik berbasis komoditas (commodity based) akan meningkatkan volume arus barang dari berbagai wilayah dan kawasan tertentu yang potensial. (omy)