Angkasa Pura 2

IAMSA: Aerospace Park Bintan Ditargetkan Selesai Akhir 2018

Bandara KokpitJumat, 2 Desember 2016
Richard Budianto IAMSA

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pembangunan pusat perawatan penerbangan terintegrasi atau aerospace park di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) ditargetkan selesai pada akhir 2018. Selanjutnya bisa beroperasi dan melayani jasa perawatan pesawat udara di Tanah Air dan dunia yang tengah naik daun ini.

“Di Bintan runwaynya sudah dibangun. Tahun depan mudah-mudahan sudah diaspal dan diharapkan pengelola bisa menyelesaikannya 2018,” kata Ketua Asosiasi Perawatan Pesawat Indonesia atau Indonesia Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA) Richard Budihadianto di Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Usai bertemu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Richard menyampaikan, terdapat berbagai fasilitas pendukung industri penerbangan di aerospace park Bintan, misalnya bengkel perawatan dan perbaikan pesawat, gudang penyimpanan suku cadang pesawat, pusat pelatihan, hingga sekolah kejuruan teknik penerbangan.

“Semua akan terintegrasi untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pesawat yang beroperasi di dalam negeri,” ujar Richard seperti dikutip laman antaranews.com.

Richard memaparkan, Indonesia akan memiliki beberapa keuntungan dengan memiliki pusat perawatan dan perbaikan pesawat di dalam negeri.

Pertama, perusahaan penerbangan yang beroperasi di Indonesia akan didukung oleh perusahaan perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintainance Repair and Overhaul (MRO) di dalam negeri.

Kemudian, perusahaan penerbangan tidak perlu melakukan perawatan maupun perbaikan pesawat ke luar negeri, yang harganya sudah pasti lebih mahal jika dibandingkan melakukan perawatan di dalam negeri.

“Jadi bisa lebih ekonomis. Karena konten yang besar di MRO itu labor cost, investment cost land, dua duanya di Singapura itu mahal,” ujar Richard.

Selain itu, akan terjadi efisiensi, karena “aerospace park” memiliki seluruh layanan yang dibutuhkan pesawat yang beroperasi di Indonesia, seperti kemudahan suku cadang, logistik, hingga pusat penelitian dan pengembangan.

Selanjutnya, jika “aerospace park” yang ada tersebut memiliki kapasitas akses untuk menawarkan layanan ke luar negeri, maka akan mendatangkan devisa bagi negara.(helmi/ant)