Angkasa Pura 2

Nakhoda Tidak Ada Di Kapal, Super Tanker MT Athena GT 3129 Angkut 2.651 Ton Solar Ditahan

DermagaSenin, 5 Desember 2016
mt-athena_9118757_1474039.570x1140

TANJUNGPINANG (BeritaTrans.com) -Satgas EFQR (Eastern Fleet Quick Response) Lantamal IV/Tanjungpinang berhasil mengamankan Super Tanker MT Athena GT 3129 yang membawa 2.658,804 ton solar.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S Irawan, Minggu (4/12), membenarkan pada Sabtu (3/12) kemaren di perairan timur Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Tim Reasi Cepat Satuan Keamanan Laut Marapas Lantamal IV/Tanjungpinang telah mengamankan sebuah super tanker berbendera Indonesia. Kapal Super Tenker tersebut bernama MT Athena GT 3129

“Petugas menemukan beberapa keganjilan setelah memeriksa tanker. Kemudian kapal itu dibawa ke Dermaga Yos Sudarso Markas Lantamal IV/Tanjungpinang,” ujarnya.

Irawan mengemukakan Kapal MT Athena milik Maskapai PT Arcadia Shipping Jakarta. Setelah diperiksa dokumen kapal, muatan dan anak buah kapal ditemukan pelanggaran antara lain nakhoda atas nama Marthen tidak berada di atas kapal, anak buah kapal atas nama Robertdi tidak mempunyai buku pelaut.

“Petugas juga menemukan perbedaan muatan solar antara dokumen muatan dari Pertamina 2.658,804 ton dengan dokumen muatan yg dikeluarkan oleh kapal 2.651,125 ton, mempunyai selisih sekitar 7 ton,” ujarnya seperti dikutip metrobatam.com.

Dia mengemukakan Kapal MT Athena memiliki tanda kapal anjungan berwarna putih, dan lambung warna merah.

Sebanyak 20 orang WNI menjadi anak buah kapal. Petugas juga memeriksa 2 orang cadet yang sedang melaksanakan praktik dikapal tersebut.

“Mereka sudah diperiksa kesehatannya oleh tim dokter sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” katanya.

Kapal berlayar dari Bengkalis tujuan Pontianak, diperiksa pada posisi 01 15 879U-104 46 523T

“Kapal MT Athena tiba di area lego sekitar Dermaga Pangkalan Angkatan Laut Batu Hitam Tanjungpinang tadi malam,” katanya.

Irawan menegaskan saat ini Lantamal IV/Tanjungpinang meningkatkan patroli saat gelombang laut kurang bersahabat.

“Perairan Kepri harus tetap aman. Biasanya menjelang akhir tahun seperti ini banyak pihak-pihak memanfaatkan kelengahan petugas untuk melakukan kegiatan-kegiatan ilegal seperti penyeludupan minyak dan barang,” katanya. (ani).

loading...