Angkasa Pura 2

Anak-Anak Desa Mahasiswa UPI Bandung Itu Ke Inggris & Italia Jajal Sirkuit Ferrari

Otomotif SDMSabtu, 10 Desember 2016
_92904504_fer1

MARANELLO (BeritaTrans.com) – Fiorano, sirkuit Ferrari di Maranello yang digunakan oleh berbagai pembalap legendaris seperti Nikki Lauda dan Michael Schumacher, pada minggu pertama Desember lalu, untuk pertama kalinya digunakan oleh tim mahasiswa, termasuk mahasiswa dari Indonesia.

“Hal yang mengejutkan adalah dalam test drive, saya sebagai drivernya dengan Marc Gené sebagai penumpangnya dan sekaligus memberi instruksi bagaimana cara mengemudikan mobil balap. Bahagia sekaligus kaget,” kata Ramdani, salah seorang mahasiswa yang menjadi pengemudi dari tim Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

“Saya tak berani bermimpi… dan saya tidak pernah bermimpi bisa ke sirkuit Fiorano. Namun apa yang terjadi? Saya bisa mengendarai dan menjajal mobil buatan tim sendiri di sirkuit itu,” tambahnya.

_92904506_fer8

Ramdani adalah salah seorang dari delapan mahasiswa UPI yang memproduksi mobil hemat energi dan mendapatkan hadiah berkunjung dan melihat proses produksi tim F1 ini setelah menjadi juara dunia dalam balap mobil buatan mahasiswa, yang terhemat dan tercepat pada bulan Juli lalu di London, Shell Eco Marathon Drivers World Championship.

“Masih tak sangka inilah sirkuit yang dilewati Felipe Massa, Sebastian Vettel dan nama-nama besar lain, dan yang boleh melintas di sirkuit ini hanya mobil Ferrari dan Fiat,” katanya.

Marc Gené, test driver Ferrari, menyebut Ramdani sebagai anggota, “Tim mahasiswa yang berpengalaman dalam bidang motor sport. Saya lihat dia senang sekali. Matanya bersinar. Dia menikmati setiap momen.

“Saya beri masukan terkait efisiensi dalam mengemudi, termasuk cara melewati tikungan, mengerem,” kata Gené usai uji lintasan Rabu (07/12) lalu.

_92904508_img_1310

DARI DESA
Para mahasiswa dari tim yang mereka sebut Bumi Siliwangi memproduksi mobil berbaterai elektrik dengan kecepatan yang dicapai pada kejuaraan dunia pertama di London lalu sejauh 64 kilometer per kwh (kilowatt hour), mengalahkan puluhan tim dari seluruh dunia.

Mobil yang disebut Turangga Cheta Evolution 4, mereka katakan sebagai buah dari hasil kerja keras selama empat tahun dengan melewati berbagai kompetisi, mulai dari tingkat regional Asia sampai ke kejuaraan dunia di London.

Amin Sobirin, manajer tim mahasiswa ini, menyebut pengalaman di Italia sebagai, “Pengalaman yang tak akan pernah dilupakan dalam sejarah hidup ini. Saya yang berasal dari desa kecil di kabupaten Kebumen (Jawa Tengah)… tak pernah menyangka dapat menginjakkan kaki di Maranello, Italia,”

“Setiap terbangun dari tidur… saya seraya terbangun dari mimpi…Aku benar-benar berada di Maranello, tempat penginapan para tim Scuderia Ferrari. Hal yang sangat mengejutkan saya bisa berdiskusi dengan para engineer dan mekanik tim Scuderia Ferrari F1,” cerita Amin.

_92904509_img_1260

Scuderia adalah nama resmi untuk tim balap F1, Ferrari, industri mobil yang dididirikan oleh Enzo Ferrari.

HANYA LIHAT TV & GAME
Shofiyudin Albadri, anggota tim untuk bagian elektrik, mengatakan “Saya dari desa kecil di Indramayu, Jawa Barat yang dulu bagi saya pergi keluar negeri sangat tidak mungkin apalagi bisa datang dan belajar selama seminggu di Ferrari.”

“Saat kecil saya kecil saya hanya melihat di TV atau game dan di sini saya bisa melihat langsung mobil Ferrari bahkan bisa melihat langsung proses pembuatan dan bertemu dengan para engineers,” kata Albadri.

Pengetahuan dari belajar di Ferrari akan mereka pergunakan untuk unjuk gigi di kejuaraan Asia tahun depan.

Mahasiswa lain, Jody Rusli, yang mengatur rancangan rem dan kemudi, mengatakan merasa jauh tertinggal dari sisi teknologi setelah menyaksikan langsung manufaktur Ferrari.

“Setelah bersama engineers Ferrari, otak saya sudah penuh dengan ide desain-desain baru dan kombinasi material yang baru, sudah tidak sabar untuk melakukan diskusi inovasi yang baru dan membagikan pengalaman ini kepada junior-junior saya untuk membuat kendaraan yang tentunya semakin advance (maju),” kata Jody.

_92903732_img_1447

“Waktu kita untuk tidur sangat sedikit selama empat tahun untuk membuat kendaraan yang efisien. Dalam satu hari kita bisa hanya tidur tiga sampai empat jam untuk hanya sekadar bertukar pikiran dan menguji apa yang menjadi pokok ide pengembangan,” tambahnya.

Selain tim mahasiswa UPI, Bandung, mahasiswa lain yang mencoba sirkuit Ferrari termasuk dari Prancis, Italia, Jerman dan Swiss, namun mereka tidak mendapatkan peluang melihat produksi Ferrari, yang hanya dihadiahkan ke juara dunia mobil hemat buatan mahasiswa. (awe/sumber dan foto: bbc.com).