Angkasa Pura 2

Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Dioperasikan Tahun 2018

KoridorMinggu, 11 Desember 2016
2016-12-11 12.51.28

BOGOR (BeritaTrans.com) – Proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sepanjang 54 kilometer yang dibagi dalam empat seksi, untuk seksi I (Ciawi-Ciherang Pondok) sepanjang 5,3 kilometer sudah hampir rampung 50%.

Proyek yang yang dilaksanakan Kerjasama Operasi (KSO) PT Waskita dan Wika bakal dikebut untuk mencapai target dua tahun ke depan.

“Awal tahun depan, sekitar bulan Februari dipastikan sesuai target mencapai 75%. Karena Presiden Joko Widodo, saat mengunjungi proyek pembangunan fisik di Sindangsari meminta 2018 harus sudah selesai,” kata Kordinator Humas dan Keamanan, Ketertiban, Kebersihan (K3) PT Waskita Hendra Hermawan saat ditemui di Kantornya Perumahan Rancamaya, Bogor Selatan, Kota Bogor.

Dia mengungkapkan untuk pekerjaan fisik lebih banyak dikerjakan oleh PT Wika sedangkan PT Waskita hanya pada struktur. “Untuk pengerjaan fisik atau kontruksi sejauh ini tidak ada masalah. Sedangkan untuk perataan, penggalian dan pengurugan tanah terkendala pada cuaca. Lihat saja cuaca akhir-akhir ini hujannya cukup lebat,” jelasnya seperti dikutip sindonews, Sabtu (10/12/2016).

Dia menambahkan paket I yang dikerjakan bersama PT Wika sepanjang 5 kilometer dikerjakan mulai dari Kelurahan Sindangsari, Harjasari, Rancamaya, Bojongkerta dan Kertamaya (Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Selatan, Kota Bogor). “Sedangkan untuk Kabupaten Bogor meliputi desa Bitungsari (Kecamatan Ciawi) dan Ciherang Pondok (Caringin) sudah lebih dari 18 bulan sejak groundbreaking Mei 2015,” terang dia.

Lamanya pengerjaan fisik atau kontruksi selain karena faktor cuaca, juga disebabkan masih ada beberapa lahan dan bangunan yang belum dibebaskan. “Tapi sebagian besar lahan dan bangunan tersebut hanyalah sarana umum (masjid). Itu proses pembebasannya lumayan lama, hingga akhirnya kita lewati atau dibelokan,” ujarnya.

Pihaknya optimis, seluruh permasalahan kemacetan di tiga daerah, Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Sukabumi dapat terurai. Tahap I khususnya (Ciawi-Ciherang Pondok, Caringin) diyakini dapat meminimalisir kemacetan di simpang Ciawi.

“Dipekirakan banyak kendaraan yang hendak ke Caringin, Cigombong dan Sukabumi yang biasanya melinitas perempatan pasar Ciawi, bakal menggunakan tol Bocimi ini. Dan waktu tempuh jadi lebih singkat yang biasanya berjam-jam, kalau sudah ada tol bisa 15 menit,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip mengatakan tol Bocimi dapat membuat sejumlah daerah, khususnya pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor yang semula lambat karena terisolir akses jalan atau infrastruktur diperkirakan bakal lebih cepat.

“Tentunya, jika tol Bocimi dibangun akan membuat suatu daerah atau kawasan menjadi terbuka. Begitu ekonomi terbuka, tentutnya akan menstimulan para investor, baik yang lama maupun baru untuk menanamkan modalnya di Kota Bogor, khususnya di wilayah yang dilintasi jalan tol,” jelas Ade.

Menurutnya konsep yang otomatis dan logis, dampak yang jelas adalah tingkat ekonomi cepat meningkatnya. Harga tanah langsung melambung tinggi.

“Sepert tol BORR), yang baru beroperasi lima tahun terakhir. Apalagi di jalur tol BORR yang masuk Kecamatan Bogor Utara dan Tanah Sareal, Kota Bogor itu memang diperuntukan sebagai kawasan bisnis. Otomatis, bisnis-bisnis yang dulu tidak jelas prospeknya seolah mati tak mau hidup pun segan, kini sudah menggeliat kembali,” tegasnya.

Saya kira sama, baik tol BORR maupun Bocimi, ataupun Inner Roang Road (BIRR) yang dibangun di wilayah Kota Bogor, akan berdampak pada ekonomi masyarakat itu sendiri.

“Yang jelas dengan adanya tol Bocimi, akan ada multiplyer effect. Bukan hanya menguntungkan pemilik modal saja. Secara otomatis masyarakat sekitar yang dilintasi tol akan banyak terserap menjadi tenaga kerja baru, sehingga mengurangi pengangguran di Kota Bogor,” pungkasnya. (ani).

  • Ita Nuraita

    Kemacetan yang paling parah di Cicurug