Angkasa Pura 2

4 Kapal Perampok Ikan Asal Malaysia Ditangkap Bakamla & KKP

DermagaSenin, 12 Desember 2016
kapal perampok ikan

PONTIANAK (BeritaTrans.com) – Kapal patroli Hiu Macan 01 milik pengawas Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bekerjasama dengan Badan Keamanan Laut RI, menangkap 4 kapal berbendera Malaysia yang digunakan untuk merampok ikan di perairan Indonesia.

Kapal nelayan yang diduga hendak mencuri ikan di perairan Indonesia itu, kini diamankan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Saat didatangi petugas yang meminta dokumen perizinan, para nelayan tidak bisa menunjukkan dokumen yang diminta. “Petugas gabungan di perairan, lantas mengamankan keempat kapal ikan asing itu di perairan,” kata Kepala Stasiun PSDKP Pontianak, Erik Tambunan di Pontianak, Minggu (11/12) malam.

Erik menerangkan, petugas lantas melakukan pendataan, menginventarisir keempat kapal yang berada di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Cina selatan.

Dirinci Erik, kapal-kapal itu adalah KM Suria Timur GT (Gross Tonage) 105 dengan 5 nelayan, KM Suria Timur 11 GT 90 berisi 17 nelayan, KM PAF 4457 GT 85 dengan 13 nelayan, serta KM JHF 8918T GT 70 yang berisikan 5 orang nelayan.

“Kesemua nelayan berjumlah 40 orang, diduga kesemuanya warga negara Vietnam. Untuk KM Suria Timur, KM Suria Timur 11, dan KM PAF 4457 menggunakan alat tangkap ikan jenis Trawl. Sedangkan untuk KM JHT 8918T itu menggunakan alat tangkap Bubu,” terang Erik.

“Keempat kapal itu, diduga telah melakukan penangkapan ikan di lokasi ZEE Indonesia, tanpa dilengkapi dokumen yang sah dari pemerintah Indonesia,” tambah Erik.

Usai diamankan, petugas lantas menggiring keempat kapal nelayan itu, menuju ke Pontianak, di Kalimantan Barat, hingga akhirnya tiba di dermaga PSDKP Pontianak, Minggu (11/12) sore tadi. Rencananya, mereka akan menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Jadi, kesemua awak kapal berjumlah 40 orang. Sementara tangkapan (kapal dan nelayan) sudah berada di kantor stasiun PSDKP Pontianak,” demikian Erik. (lia).

sumber dan foto: merdeka.com

loading...