Angkasa Pura 2

Inilah Aksi Kakorlantas Irjen Agung Saat Patroli Naik Motor Trail

Aksi Polisi KoridorSenin, 12 Desember 2016
Kakorlantas Agung traill

BOGOR (Beritatrans.com) – Aksi Kakorlantas Polri Irjen Agung Budi Maryoto memang layak diaprtesiasi. Di tengah kepadatan lalu lintas dan saat libur panjang akhir pekan, jenderal bintang dua itu justru patroli dengan sepeda motor trail di kawasan puncak Bogor, Jawa Barat.

Patroli dengan naik sepeda motor trail dia lakukan untuk memastikan kondisi arus lalu lintas berjalan lancar. Selain itu juga menemui dan memberikan semangat dan apressi pada anggotanya yang tetap setia dan disiplin menjalankan tugas di jalanan.

Di saat banyak orang liburan atau di rumah bersama keluarga, Kakorlantas Polri Irjen Agung dan anggota Polri itu justru mengatur dan mengamankan lalu lintas di jalur Puncak Bogor yang dikenal rawan macet itu.

Patroli Irjen Agung dilakukan mulai dari Pospol Simpang Gadog dengan menggunakan sepeda motor trail. Sepeda motor berjalan di tengah padatnya arus kendaraan menuju puncak.

Di tengah aski patrrolinya itu, Agung menyempatkan diri bertemu dengan anggotanya yang bertugas. Dia memberikan apresiasi yang tinggi loyalitas anggotanya yang bertugas di tengah libur panjang.

“Kepadatan diprediksi sampai malam,” ujar Irjen Agung kepada detikcom, Senin (12/11/2016).

Senin hari ini, menurut Agung adalah hari terakhir libur panjang akhir pena ini. Besok, mereka harus kembali beraktivitas seperti baiasa,. naik kerja ke kantor atau masuk sekolah karena belum masa liburan.

“Mereka yang liburan di puncak Bogor atau Cianjur dipastikan akan pulang ke rumah masing-masing. Mereka itu mayoritas melalui jalur Puncak Bogor, karena jalan lain harus memutar jauh dan belum tentu tidak macet,” papar Agung.

Jalur Puncak Tak Bisa Direkayasa

Lebih lanjut, Agung menjelaskan untuk lalu lintas di kawasan puncak tidak bisa dilakukan rekayasa. Pihaknya menggunakan sistem buka tutup untuk mengantisipasi kepadatan arus balik.

“Karena tidak bisa kita buat rekayasa lainnya, karena jalannya memang cuma segini. Tidak ada jalan alternatif karena jalan-jalan tikus juga tidak bisa menolong,” papar Agung.

Agung mengatakan untuk arus lalu lintas akan diprioritaskan kendaraan dari arah puncak ke Jakarta. Sementara arus lalin dari bawah menuju ke puncak akan dibuka bila terjadi kepadatan.

“Kita prioritaskan yang dari atas, kita beri fasilitas one way, yang bawah kita stop sementara. Kalo dari bawah sudah cukup panjang antriannya nanti kita buka,” pungkasnya.(anw/dtc)