Angkasa Pura 2

Pengamat Yakin Transportasi Umum Dapat Menurunkan Angka Kecelakaan

KoridorKamis, 15 Desember 2016
1416542040

JAKARTA (beritatrans.com) – Angka kecelakaan transportasi di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. Hal ini tentu saja menimbulkan banyak keprihatinan. Transportasi umum diyakini dapat menurunkan angka kecelakaan tersebut.

“Masih ada kesempatan bagi pemerimtah untuk menurunkan angka kecelakaan yaitu dengan menata angkutan umum dengan sistem yang berkelanjutan,” kata pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Djoko Setijowarno, Kamis (15/12/2016).

Djoko mengatakan, di Jawa Tengah, ada peningkatan 7% kejadian kecelakaan tahun 2016 dibanding tahun 2015. Korban terbanyak adalah karyawan/swasta (28,7%).

“Karyawan swasta biasanya hanya mampu membeli sepeda motor yang murah dan mudah didapat untuj bekerja, karena layanan transportasi umumnya buruk,” kata Djoko.

Kemudian pelaku kecelakaan di usia produktif (16-30 tahun) masih mendominasi (40,2%). Sedikit naik 2% dibanding tahun 2015. Sedangkan anak-anak sebagai pelaku kecelakaan sebesar 10,7% atau naikan 11%.

“Demikian pula pelajar masih banyak menggunakan sepeda motor karena ttidak tersedia layanan transportasi umum yang mendekat tempat tinggalnya,” ujar Djoko.

Menurutnya, sepeda motor memang masih favorit sebagai kendaraan yang terlibat paling banyak kecelakaan, yakni 24.054 unit (75%). Kenaikan 11% dibanding tahun 2015.

Lokasi kecelakaan tertinggi berada di kawasan permukiman sebanyak 12.958 kejadian (70,9%). Ada kenaikan 13% dibanding tahun lalu.

“Peran pemda untuk memberikan layanan transportasi umum hingga kawasan tempat tinggal adalah mutlak disediakan. Kemudian jalur transportasi umum harus melewati kawasan perkantoran, sekolah, kampus, pusat perbelanjaan dan kawaan wisata. (aliy)