Angkasa Pura 2

EWI: Pemerintah Perlu Fikirkan Opsi Pencabutan Subsidi Solar Dari APBN

Ekonomi & Bisnis Energi KoridorJumat, 16 Desember 2016
SPBU Solar

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemerintah perlu memikirkan opsi untuk mencabut subsidi bahan bahan minyak (BBM) solar dari APBN. Subsidi itu ternyata tidak dinikmati oleh rakyat kalangan bawah. Subsidi ini justru lebih banyak dinikmati oleh kalangan mampu yaitu pengusaha dan pemilik kendaraan pribadi.

“Siapa yang makin boros menggunakan bahan bakar, maka dialah yang mendapat subsidi lebih besar. Sehingga subsidi yang harusnya berkeadilan tidak terpenuhi,” kata Direktur Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaen di Jakarta, Jumat (16/13/2016).

Dikatakab, penerapan subsidi solar flat Rp.1000/liter yang diterapkan pemerintah selama 1 tahun belakangan dinilai tidak efektif dan tidak tepat sasaran.

“Subsidi solar nilainya sekitar Rp7 triliun itu sebagian besar dinikmati oleh pengusaha transportasi dan pemilik kendaraan pribadi berbahan bakar solar. Pada umumnya pemilik kendaraan pribadi tersebut adalah kalangan mampu,” kilah Ferdiand.

Fakta setiap hari, tambah dia, setiap hari di stasiun pengisian bahan bakar. Yang membeli solar itu kendaraan-kendaraan besar yang adalah milik pengusaha. “Namanya pengusaha kendaraan besar seperti truk tidak mungkin dari kalangan tidak mampu,” papar Ferdinand lagi.

“Inilah kesalahan model subsidi yang diterapkan pemerintah. Ada uang trilliunan yang dikucurkan secara cuma-cuma tapi dinikmati oleh kalangan mampu,” sebut putra Batak itu.

Subsidi itu untuk kalangan tidak mampu dan untuk menopang pertumbuhan ekonomi serta ketahanan ekonomi masyarakat kalangan bawah. “Dengan demikian, subsidi yang selama ini dinikmati oleh pihak yang tidak berhak mendapat subsidi harus dihentikan,” tandas Ferdinand.(helmi)