Angkasa Pura 2

Tarakan, Kota 200 Bunker Peninggalan Belanda

Bandara DestinasiJumat, 16 Desember 2016
IMG_20161216_153443

IMG-20161216-WA0024

TARAKAN (BeritaTrans.com) – Tarakan, kota administratif di Kalimantan Tenggara baru saja berulang tahun yang ke-19 pada 15 Desember 2016.

Kota yang dikelilingi lautan ini banyak menyimpan cerita sejarah menarik untuk dikunjungi dan dinikmati. Kendati tak seberapa luas, namun Tarakan memiliki sektor pariwisata yang bisa menjadi alternatif wisatawan domestik dan mancanegara.

Salah satunya adalah Situs Peningki Lama, yang berada di seberang bibir pantai tepatnya perbukitan yang nyaman untuk ditelusuri.

Ada bunker dan meriam yang berada pada situs yang di sekitar areanya tengah dibangun Markas Lantanal Angkatan Laut itu.

Gaet dari Dinas Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Pemkot Tarakan yang akrab disapa Aziz menyebutkan bahwa meriam yang ada pada situs tersebut dibangun sekitar tahun 1936-1939.

“Meriam ini dibangun oleh Belanda, diproduksi oleh Jerman dan di Tarakan ini ditemukan enam buah,” ungkap Aziz di Tarakan, Jumat (16/12/2016).

Pada benteng di situs Peningki Lama itu menurut Aziz, terdapat beberapa bunker yang sengaja dibangun Belanda untuk penyimpanan senjata dan tempat pengintai.

“Disebutkan bahwa di sini terdapat 200 bunker dan sudah ditemukan hampir 100 bunker,” kata Aziz.

Tempat pertahanan Belanda ini dibangun untuk mengawasi minyak yang merupakan salah satu hasi bumi Tarakan. Ada beberapa meriam yang sengaja diledakkan, karena takut dikuasai oleh Jepang.

Untuk mencapai Tarakan, ada beberapa penerbangan yang sudah eksisting berjadwal. Menurut Kèpala Bandara Juwata Tarakan Hemi Pamuraharjo, saat ini ada enam maskapai yang terbang.

“Diantaranya maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air, Susi Air, dan Kalstar, jelas Hemi.

Penerbangan langsung sudah tersedia rute diantaranya Tarakan-Jakarta, Tarakan-Solo, Tarakan-Makassar, Tarakan- Balikpapan, dan Tarakan-Surabaya. (omy)