Angkasa Pura 2

Yuk Kunjungi Bekantan di Hutan Mangrove dan Bakau Tarakan

Bandara DestinasiJumat, 16 Desember 2016
IMG_20161216_164036

IMG_20161216_162739

TARAKAN (BeritaTrans.com) – Selain situs Peningki Lama, di kota Tarakan juga terdapat hewan khas yakni Bekantan, hewan berjenis monyet yang sudah mulai langka. Dia hidup di hutan magrove dan bakau.

Menurut gaet Dinas Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Pemkot Tarakan Syamsul, hutan ini sudah ada sejak lama sebagai penghijauan kota sekaligus mengantisipasi kemungkinan abrasi laut ke daratan.

“Selain hutan alami, dibuat juga hutan buatan seluas 13 hektar dekat sini,” ungkap Syamsul.

Sementara Bekantan yang hidup di alam bebas hutan mangrove dan bakau ini, menurut Syamsul sudah ada puluhan tahun lalu dan hingga kini populasinya masih cukup terjaga.

“Mereka hanya makan dedaunan dan pisang. Hewan ini unik, karena mudah stres bila sudah bertemu dengan manusia, lantaran mereka merupakan hewan pemalu,” jelas Syamsul.

Menyusuri hutan mangrove, pengunjung akan menapaki jembatan kayu 2.400 meter. Menikmati keindahan hutan sembari mendengarkan kicauan burung dan suara Bekantan.

Untuk mencapai Tarakan, ada beberapa penerbangan yang sudah eksisting berjadwal. Menurut Kèpala Bandara Juwata Tarakan Hemi Pamuraharjo, saat ini ada enam maskapai yang terbang.

“Diantaranya maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air, Susi Air, dan Kalstar, jelas Hemi.

Penerbangan langsung sudah tersedia rute diantaranya Tarakan-Jakarta, Tarakan-Solo, Tarakan-Makassar, Tarakan- Balikpapan, dan Tarakan-Surabaya. (omy)