Angkasa Pura 2

Capt. Unggul: Pilot Muda Jangan Hanya Mengejar Uang dan Terbang di Maskapai Besar

Kokpit SDMSabtu, 17 Desember 2016
Kinan Luhur dan ferry klg

TANGERANG (Beritatrans.com) – Capt. Unggul adalah satu-satunya putra Indonesia yang menjadi pilot A-380. Dari populasi pesawat berbadan besar di dunia itu, salah satunya diterbangkan putra Indonesia yang juga alumni STPI Curug ini.

Capt. Unggul kini pegang rating A-380 dan menjadi pilot unggulan di salah satu maskapai di Timur Tengah. Tapi untuk mencapai kesana tidak mudah dan harus melewati jalang panjang dan berliku. Ia sudah lama malang melintang di maskapai nasional, bahkan karier pilotnya dimulai dengan menerbangkan pesawat ATR di daerah perintis termasuk di pedalaman Papua.

Kendati begitu, Capt. Unggul sepakat jika para pilot muda tak hanya mengejar uang dan ingin terbang di maskapai besar. Pilot-pilot muda Indonesia harus berani mengawali kariernya di pesawat kecil, termasuk putri tunggalnya Kinan Luhur yang baru lulus dari kampus STPI.

Saat ditanya, apakah putrinya nanti akan diboyong juga untuk terbang bersamanya di pesawat A-380? Dengan tegas menolaknya. “Tidak. Enak benar dia nanti hidupnya. Biar terbang di dalam negeri dulu dan harus mau masuk ke penerbangan perintis dengan pesawat-pesawat kecil dulu,” kata Unggul menjawab Beritatrans.com, kemarin.

Pilot lempar topi

“Selagi muda, jangan mengejar uang dahulu. Pilot muda harus menambah jam terbang dulu, menambah pengalaman baik teknis dan non teknis. Semua itu sangat dibutuhkan untuk lebih mematangkan kemampuan seorang,” saran Unggul.

Kepada putrinya sendiri Kinan Luhur, Capt Unggul, membebaskan mau terbang dimana dan dengan pesawat apa yang diminati. “Sebaiknya terbang di pesawat kecil dulu di Indonesia. Sambil menambah pengalaman dan jam terbang sekaligus mengaplikasikan ilmu dan ketrampilan yang diperoleh di kampus STPI ini,” papar Unggul.

Pilot Wisuda selamatt

Kemampuan Teknis Dan Bahasa Inggris

Menurut Unggul, yang harus dilakukan pilot muda sekarang, bagaimana menambah pengalaman dan jam terbang yang dikantongi. “Jangan kalah dengan pilot asing di Indonesia. Mereka masuk ke Indonesia sebagian hanya untuk menambah pengalaman dan jam terbang yang dikantongi. Setelah itu, baru mengambil rating,” tukas pilot senuor itu.

Untuk bisa mengambil rating sesuai jenis pesawat di maskapainya, praktis harus mengantongi jam terbang yang cukup. Demikian juga saat akan masuk atau mencari pekerjaan di maskapai, jam terbang itu menjadi sangat penting. “Kalau jam terbang masih rendah, maka posisi tawarnya juga rendah,” aku mantan pilot Merpati Nusantara Airlines itu.

Sampai terbang di pesawat kecil dan masuk rute perintis, menurut Unggul, pilot muda bisa meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya. Semua itu tak cukup diperoleh di bangku kuliah, tapi harus dari pengalaman nyata di lapangan. Maka kuncinya satu, pilot harus mau terbang dulu, termasuk di daerah perintis. “Pengalaman praktis itulah yang harus dicari dan diperoleh dari lapangan,” papar Unggul.

Dan yang tak boleh ditinggalkan, tambah dia, pilot muda harus segera meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris atau bahasa international lainnya. “Selama menjadi siswa penerbang, mereka sudah mempunyai kemampuan beda. Terus ditambah lagi saat diklat. Tapi, yang akan mereka hadapi saat kerja sebagai pilot nanti lebih berat lagi,” sebut Unggul.

Kinan Luhur dan klg

Itulah tantangan bagi pilot muda di Tanah Air. Mereka harus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris. Saat akan terbang bahkan masuk maskapai asing, tidak menjadi hambatan. “Pilot butuh profesionalisme tinggi dan didukung Bahasa Inggris yang kuat. Jika tidak, tentu akan sulit bersaing,” terang Unggul.

Sudah menjadi rahasia umum, untuk lolos dan diterima bekerja seorang pilit harus gigih berjuang dan tidak mudah menyerah. Terus perbaiki kekurangan dan kemamuan diri. Kemampuan teknis pilot harus matang dan didukung kemampuan nonteknis yang memadahi.

“Selanjutnya siap bersaing di tengah pasar bebas ASEAN atau MEA ini. Tanpa kemampuan dn kematangan tinggidi lapangan, akan sulit untuk memenangkan persaingan,” tegas Unggul.(helmi)