Angkasa Pura 2

Jasa Marga Mau Jual Sahamnya di Jalan Tol JORR Dan Trans Marga Jateng

KoridorSelasa, 20 Desember 2016
JORR peta

JAKARTA (Beritatrans.com) – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berencana untuk mendivestasikan dua asetnya di tahun depan. Dua aset tersebut adalah jalan tol JORR W1 (Kebon Jeruk-Penjaringan) dan PT Trans Marga Jateng (TMJ). Aksi korporasi ini dimaksudkan untuk menambah dana dalam membangun proyek lain perseroan.

Direktur Keuangan Jasa Marga Anggiasari Hindratmo menerangkan, perusahaan akan melepas 10 persen hingga 15 persen kepemilikannya di TMJ. Saat ini, perusahaan menggenggam 70 persen saham di TMJ. Artinya, sisa saham yang dimiliki perusahaan nantinya tersisa sekitar 60 persen.

Sementara itu, perusahaan akan melepas seluruh sahamnya di jalan tol JORR W1. Hal ini dikarenakan perusahaan terbilang minoritas dengan hanya memiliki 19 persen dari total saham yang ada. “Harapannya bisa booked financial lebih Rp1 triliun dari itu,” ungkap Anggiasari, Senin (19/12/2016).

Seperti dikutip laman cnnindonesia.com, BUMB Jasa Marga tengah mengkaji sekuritisasi aset untuk menambah modal perusahaan pada tahun 2017. Rencananya, sekuritisasi aset tersebut akan dilakukan dengan skema, seperti Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA). Namun, perusahaan belum memutuskan skema tersebut dengan lebih detil.

Sementara, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menuturkan, aset yang akan disekuritisasi merupakan aset yang sudah menguntungkan. Sebut saja, Jasa Marga, jalan tol yang menguntungkan.

Namun, sebelum melakukan sekuritisasi, Jasa Marga perlu melakukan pemisahan (spin off) terlebih dahulu karena jalan tol yang ada di Jakarta bukan termasuk bagian dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), sehingga perlu dibentuk entitas.

“Karena diperoleh saat Jasa Marga masih menjadi operator, jadi harus di spin off dulu menjadi entitas, sehingga butuh waktu lama. Jadi, next lah (nanti). Tol Jagorawi itu termasuk yang tadi, perlu spin off,” tegas dia.(helmi/cñn)