Angkasa Pura 2

Nahkoda Diminta Pantau Kondisi Cuaca 6 Jam Sekali

DermagaSelasa, 20 Desember 2016
IMG-20160807-WA009

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono meminta kepada seluruh nahkoda agar memantau kondisi cuaca dan melaporkan hasilnya kepada stasiun radio pantai terdekat.

“Selama pelayaran nahkoda harus memerhatikan cuaca untuk keselamatan pelayaran,” jelas Tonny dalam keterangan resmi yang diterima BeritaTrans.com, Selasa (20/12/2016).

Tonny dalam Maklumat Pelayaran terkait perkiraan gelombang tinggi berdasarkan laporan BMKG, mengemukakan, bila dalam pelayaran terjadi cuaca butuk, maka agar segera berlindung di tempat yang aman. Kapal harus tetap digerakkan selama di tempat tersebut.

Kapal yang berlindung, lanjut Tonny, wajib segera melaporkan kepada Syahbandar dan SROP terdekat dengan memberikan informasi posisi kapal.

“Tak hanya posisi kapal, nahkoda juga melaporkan kondisi cuaca dan kondisi kapal serta hal-hal penting lainnya,” ungkap Tonny.

Sebelum berlayar, juga diharapkan, melakukan pantauan terhadap kondisi cuaca. Sekurang-kurangnya enam jam sebelum kapal berlayar.‎

Kepada seluruh Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) dan Kepala Disnav, agar menyiapkan kapal negara seperti kapal patroli dan kapal perambuan, untuk segera memberian pertolongan terhadap kapal-kapal yang berada dalam bahaya atau alami kecelakaan.

“Kepala SROP dan Nahkoda Kapal negara agar melakukan pemantauan dan menyebarluaskan kondisi cuaca dan berita marabahaya,” tutur Tonny.‎ (omy)