Angkasa Pura 2

Pedagang Di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan Tuntut Ganti Rugi

DermagaSelasa, 20 Desember 2016
20130211pelabuhan-tunon-taka2-1

Nunukan (BeritaTrans.com) – Puluhan pedagang di sekitar kawasan Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan, menuntut ganti rugi jika tempat usaha mereka dibongkar oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Pedagang sadar lahan yang akan digunakan untuk kelanjutan proyek pembangunan jalan lingkar tersebut milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Nunukan. Namun pedagang yang sudah puluhan tahun berusaha di sana menuntut janji Pemerintah Kabupaten Nunukan yang bersedia memberikan ganti rugi seperti tertuang dalam memorandum of understanding (MoU).

”Ayam saja kalau dipindah dibuatkan kandang. Masak kami digusur begitu saja tanpa ada kejelasan nasib?” kata seoramg pedagang H Muhammad Jafar, kemarin.

Pekerjaan proyek jalan lingkar Pulau Nunukan di sepanjang garis pantai mangkrak lantaran terbentur pada ganti rugi yang belum diselesaikan.

Sedikitnya masih ada 22 warung yang harus dibongkar untuk merealisasikan proyek di sekitar kawasan Pelabuhan Tunon Taka itu,

Jafar mengatakan, warga tidak akan terima jika digusur tanpa ganti rugi.
Pasalnya sebelumnya sudah ada perjanjian dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan, jika sewaktu-waktu lahan yang ditempati digusur, para pedagang akan mendapatkan tali asih sebagai kompensasi kerugian yang dialami.

“Sudah ada MoU, pemerintah siap memberikan ganti rugi. Ini yang kami tagih,” ujarnya.

Warga diberikan batas waktu untuk mengosongkan lahan tersebut paling lambat 31 Desember tahun ini. Mereka dijanjikan ganti rugi sebesar Rp 7 juta untuk kios atau warung dan ganti rugi sebesar Rp 15 juta untuk rumah permanen yang terlanjur dibangun di kawasan itu.

Manager Operasional PT Pelindo IV Cabang Nunukan, Berli, mengakui memang ada kesepakatan warga dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk ganti rugi sebagai kompensasi pelaksanaan proyek jalan lingkar, kata Berli seperti di kutip Banjarmasinpost.co.id. (wilam)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari