Angkasa Pura 2

Pertamina dan KAI Uji Coba Penggunaan LNG Untuk Bahan Bakar Kereta Pembangkit

EmplasemenSelasa, 20 Desember 2016
LNG utk KA pembangkit

BANDUNG (Beritatrans.com) – PT Pertamina (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan uji coba penggunaan LNG (Liquified Natural Gas) atau gas alam cair sebagai bahan bakar kereta pembangkit. Program ini dilakukan guna mendukung pencapaian target bauran energi.

‎Senior Vice President Enginering Operation and Technology Development Pertamina Tanudji ‎mengatakan, program diversifikasi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada sektor transportasi, khususnya kereta api ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Pertamina dan KAI membantu pemerintah dalam meningkatkan ketahanan energi dan konservasi lingkungan hidup.

“Produksi minyak mentah sudah menurun, diikuti kebutuhan energi naik, mendorong Pemerintah memanfaatkan gas bumi di dalam negeri. Gas bumi energi masa depan Indonesia. Penggunaan gas pada transportasi merupakan bukti keseriusan Pertamina dan PT KAI meningkatkan ketahanan energi,” kata Tanudji, dalam peluncuran ujicoba penggunaan LNG ‎pada kereta, di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/12/2016).

Seperti dikutip laman liputan6.com. Tamudji menuturkan, penggunaan LNG pada kereta sejalan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 2007 tentang Energi. Selain itu, diversifikasi BBM ke BBG tersebut juga mendukung pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2014.

Dukung Program Bauran Energi

Pemanfaatan gas bumi itu juga diharapkan mencapai target porsi bauran energi pada 2025 sebesar 22 persen untuk penggunaan gas. Hal itu karena porsi penggunaan minyak bumi turun dari 46 persen menjadi 25 persen.

“Dengan program ini maka kereta pembangkit menggunakan dua bahan bakar sekaligus yakni LNG dan solar. Penggunaan LNG pada kereta membawa banyak manfaat yaitu penghematan, lebih ramah lingkungan dan membuat mesin kereta menjadi lebih bersih.” kilah Tanudji.

Sebelumnya, Pertamina dan KAI telah melakukan uji coba statis pada Mei 2016 dan uji coba dinamis pada kereta pembangkit pada Oktober 2016 di Balai Yasa Yogyakarta. Sedangkan yang dilakukan hari ini adalah uji coba operasional pada kereta api pembangkit Argo Parahyangan jurusan Bandung – Jakarta.

Kerjasama Pertamina dan KAI ini menunjukkan sinergi antar BUMN memberikan nilai tambah yang besar bagi pemerintah dan masyarakat. Penggunaan LNG pada kereta diproyeksikan akan memberikan penghematan belanja BBM sebesar Rp 84,5 miliar per tahun, serta lebih ramah lingkungan.(helmi/lipt)