Angkasa Pura 2

4 Tersangka Penipu Diringkus Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Aksi PolisiKamis, 22 Desember 2016
20161222_150912-1-1-1-1-1

JAKARTA (Berita Trans.com) – Empat tersangka penipu dengan menyebar amplop berisi surat tanah, cek bank dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) yang diduga fiktif diringkus petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ruberthus Yohanes De Deo Kamis (22/12/2016) mengatakan
para tersangka berinitial M (dalang) , A, BSF dan MT diringkus petugas atas laporan korban berinitial RH,14 November lalu yang merasa dirugikan oleh para tersangka Rp 23.973.701.

Kapolres mengatakan modus yang dilakukan para tersangka dengan menyebar amplop berisi dokumen penting tadi dengan harapan penemunya akan menghubungi para tersangka melalui nomor telepon yang tercantum dalam dokumen fiktif.

Saat itu 10 November lalu RH menemukan dokumen yang mereka sebar dan menghubungi tersangka melalui telpon yang tercantum dalam dokumen.

Para tersangka saat itu minta korban mengrimkan kembali dokumen tersebut via pos ke alamat tertera dalam dokumen. Para tersangka kemudian menjanjikan akan memberikan uang tanda terima kasih melalui ATM dan E-Cash kepada korban.

Selanjutnya korban dipandu para tersangka ke ATM sehingga tanpa disadari korban telah melakukan transfer uang ke reking milik pelaku.

Setelah mendapat laporan, petugas Polres melakukan melacakan dan 19 Desember 2016 diringkus tersangka BSF di parkiran mobil Bandara Halim Perdana Kusuma, Jatim. BSF berperan memberikan kartu ATM miliknya kepada tersangka M untuk menarik uang korbannya

Sehari kemudian ditangkap tersangka M dan A di Perumahan Pesona Cilebut, Bogor. Peran mereka yaitu M sebagai pimpinan dan penyandang dana sindikat penipuan tersebut.

Sementara A berperan menerima telepon dari korban dan mengarahkan korban melakukan transaksi melalui ATM mau pun E-Cash ke rekning milik pelaku.

Masih pada hari sama (20/12/2016) petugas mengamankan tersangka MT di Kampung Cimanggu Bogor. Tersangka ini berperan menyiapkan dokumen fiktif seperi surat tanah, SIUP dan cek sebuah bank swasta.

Dalam.kasus ini disita sejumlah barang bukti antara lain beberapa lembar bukti transfer via ATM dari rekning Bank Mandiri dan E – Cash.

Barang bukti lainnya 2 unit Lap Top, 2 unit printer, mesin pemotong kertas, 15 handphon , Wi-fi dan berbagai peralatan digunakan untuk melakukan penipuan. Para tersangka dibidik dengan pasal penipuan seperti diatur dalam pasal 378 KUHP Jo pasal 55 KUHP. (wilam)

loading...