Angkasa Pura 2

Koperasi TKBM Harapkan OP Tanjung Priok Beri Solusi Soal Kisruh Dengan PT Pelni

DermagaKamis, 22 Desember 2016
20161205_111647-1-1-1-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok sudah kirim surat kepada Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok agar mencarikan solusi atas kisruh antara koperasi dan Pelni soal pemakaian buruh embarkasi dan debarkasi di Terminal Penumpang.

Sekretaris Koperasi TKBM, Suparmin kepada BeritaTrans.com Kamis (22/12/2016) mengatakan dalam surat yang dikirim beberapa hari lalu intinya melaporkan hasil pertemuan antara koperasi dengan Pelni.

Dalam pertemuan sebelumnya, Pelni tetap menolak membayar uang HIK (kesejahteraan buruh dan biaya administrasi koperasi) dengan alasan Pelni bukan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) tapi perusahaan pelayaran.

Akibatnya sudah bertahun tahun Koperasi menanggung uang kesejahteraan TKBM embarkasi/ debarkasi seperti biaya kesehatan, THR, asuransi mau pun alat keselamatan kerja seperti Alat Pelindung Diri (APD).

Padahal menurut ketentuan koperasi, uang kesejahteraan buruh tadi dianggarkan melalui uang anvragh (HIK) yang dibayar oleh pengguna jasa TKBM saat minta tenaga buruh.

Pelni memang bukan PBM tapi buruh embarkasi dan debarkasi tersebut bekerja untuk kenyamanan penumpang kapal Pelni.

“Kita minta kepada Kepala OP I Nyoman Gede Saputra agar mencarikan solusi kekisruhan tersebut,” tegas Suparmin.

Awal Desember lalu sekitar 120 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok yang sehari-hari melayani embarkasi/debarkasi kapal Pelni di Terminal Penumpang Tanjung Priok melakukan stop operasi.

Mereka menuntut agar PT Pelni membayar uang HIK (uang kesejahteraan buruh dan uang administrasi Koperasi TKBM). (wilam)

loading...