Angkasa Pura 2

Tommy: Pendidikan Integritas Aplikasikan Nilai Kebenaran, Keadilan & Kejujuran

SDMKamis, 22 Desember 2016
IMG-20161222-WA0046

JAKARTA (Beritatrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan siap mengaplikasikan Pendidikan Integritas kepada seluruh taruna transportasi di seluruh Indonesia. Lembaga Eselon I Kementerian Perhubungan (Kemhub) ini mempunyai lembaga pendidikan dan latihan (diklat) yang tersebar dari Aceh di barat sampai Jayapura di ujung timur Indonesia.

“Pendidikan Intergritas ini merupakan upaya dini untuk mendidik dan membekali para taruna transportasi dengan nilai-nilai dasar kebenaran, kejujuran, hak dan kewajiban kepada Tuhan dan sesama manusia,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Dr. Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si kepada beritatrans.com di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Menurutnya, Pendidikan Integritas tersebut untuk sementara akan diintegrasikan dalam berbagai mata kuliah, seperti Pendidikan Agama, Pencasila, Kewarganegaraan dan mata kuliah lain yang diberikan selama proses diklat di kampus.

“Jadi, nilai-nilai kebenaran, keadilan dan kejujuran itu akan lebih banyak diberikan dalam bentuk aplikasi, bukan sekedar teori yang bisa dihafal. Tapi bagaimana diaplikasikan dalam kehidupan setiap hari,” jelas Tommy, sapaan akrab dia.

Dia menambahkan, Pendoman Penyeleggaraan Pendidikan Integritas sudah resmi dikuncurkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Selanjutnya diserahkan ke BPSDM Perhubungan sebagai pengelola lembaga diklat transportasi di Tanah Air.

“Pedoman tersebut merupakan kerja bersama jajaran BPSDM Perhubungan bersama Irjen Kemhub serta tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini, para UPT tinggal mengaplikasikan dan menjabarkan lebih lanjut dalam bentuk bahan pengajaran kepada tarunanya,” papar Tommy.

Pendidikan Terapan

Bahan pengajaran mengenai Pendidikan Integritas lebih banyak dalam bentuk praktek nyata dalam kehiduan keseharian kita. “Banyak contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari yang harus diambil hikmahnya, agar tidak kembali terulang di masa mendatang khususnya terkait tindakan koruspi dan pungli,” sebut dia.

“Taruna tidak lagi diajak mengenal dan menghafal terori. Tapi bagaimana mengapliaksikan nilai-nilai kebenaran, kebaikan, kejujuran serta sikpa mental antikorupsi dan antipungli dalam berbagai aspek,” terang Tommy.

Dikatakan, banyak kasus dan contoh sukses baik dari pejabat negara atau tokoh masyarakat lain yang berperilaku bersih, jujur dan antikorupsi serta bebas pungli alias pungutan liar.

Sebaliknya, kilah Tommy, tidak sedikitnya tokoh nasional termasuk generasi muda yang cerdas dan berfikiran cemerlang. Tapi akhirnya justru terjebak pada tindakan korupsi dan kini harus menghuni jeruji besi karena mereka tidak mempunyai integritas yang kuat.

“Realitas kehidupan ini harus dijadikan laboraturium terbuka dan kita terutama para generasi muda harus bisa mengambil hikmahnya,” urai Tommy.

“Semua harus dikaji, diteliti dan diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Perilaku bersih, sehat, jujur, dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta pungli diteruskan dan nilai-nilai kotor dan melanggar hukum dibuang jauh-jauh,” tegas Tommy.(helmi)

loading...