Angkasa Pura 2

Koperasi TKBM Priok Siapkan Diklat Untuk Buruh Usia Lanjut

DermagaJumat, 23 Desember 2016
20160316_125908-3

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok sedang mengkaji untuk menyiapkan pendidikan dan latihan (diklat) tentang kegiatan usaha bagi buruh usia lanjut sebelum mengikuti rasionalisasi.

Humas Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok , Edy Jumat (23/12/2016) mengatakan diklat ini sangat perlu agar TKBM usia 56 tahun ke atas punya ketrampilan untuk alih profesi misalnya usaha bakso setelah dia meninggalkan profesi TKBM (rasionalisasi).

Edy mengatakan pengalaman selama ini banyak TKBM usia lanjut enggan dirasionalisasi dengan alasan tidak punya ketrampilan untuk usaha lain sementara anak anaknya masih butuh biaya untuk sekolah.

“Sekarang ini misalnya Januari 2017 Koperasi TKBM akan merasionalisasi 150 TKBM usia lanjut. Sampai sekarang baru mendaftar 70 TKBM atau masih kurang 80 orang karena banyak buruh usia lanjut menolak dirasionalisasi,” katanya.

Kalau dimasukkan ke diklat mereka punya pengetahuan tentang berbagai kegiatan usaha sebagai persiapan alih profesi, kata Edy.

Untuk mengurangi jumlah buruh usia lanjut, kata Edy, selain melalui rasionalisasi juga kepada TKBM usia lanjut boleh mengalihkan Kartu Tanda Anggota (KTA) TKBM kepada anggota keluarganya seperti anak atau menantu yang masih usia muda .

Sampai sekarang jumlah TKBM di Pelabuhan Tanjung Priok masih 2.400 orang. Idealnya jumlah buruh hanya 2000 orang sesuai dengan volume pekerjaan yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok.

Bagi buruh yang ikut program rasionalisasi mendapat uang pesangon Rp 29.500. “Idealnya program rasionalisasi ini harus berlanjut karena tiap tahun buruh usia lanjut terus bertambah, katanya. (wilam)