Angkasa Pura 2

4 Prajurit TNI AL Hilang Saat Kawal Kapal Filipina Di Perairan Talaud

Dermaga Hankam Kelautan & PerikananSabtu, 24 Desember 2016
unnamed (1)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – TNI AL mengumumkan bahwa empat anggotanya hilang kontak saat menjalankan tugas di Perairan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Mereka hilang saat mengawal kapal ikan asing (KIA) Nurhana berbendera Filipina yang diperintah untuk bersandar di Lanal Melonguane, Kabupaten Talaud.

Kadispen TNIAL Laksamana Pertama (Laksma) Gig Sipasulta kemarin (23/12) menyatakan, hilang kontak terjadi sejak 14 Desember lalu. Empat anggota TNI-AL tersebut adalah Letda Laut (P) Faisal Dwi A.R. asal Jakarta, Serda Mes Rizky Dwi Zeptianto asal Surabaya, Kelasi Kepala (KLK) Amo Dian Mahendra asal Gresik, serta Kelasi Dua (KLD) Isy Badnur Rohim asal Madura.

Keempatnya merupakan kru KRI Layang-635 yang dikomandani Letkol Laut (P) Nopriadi. Saat kejadian, KRI tersebut tergabung dalam Operasi Siaga Yudha-16 yang melaksanakan patroli di perbatasan Indonesia-Filipina. Gig menyatakan, saat ini pihaknya terus mencari empat anggota TNI-AL itu.

“Unsur yang terlibat dalam pencarian saat ini adalah KRI Diponegoro, KRI Layang, KRI Sidat, KRI Ahmad Yani, KRI Arun, KRI Lambung Mangkurat, Pesud P-862, dan P-615,” katanya.

Gig menjelaskan, empat kru KRI Layang tersebut hilang kontak saat cuaca di perairan Kepulauan Talaud buruk.

Kadispen Armada TNI-AL Kawasan Timur Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman menjelaskan, KRI Layang-635 pada 13 Desember 2016 menangkap KIA Nurhana yang menerobos perbatasan Indonesia di perairan Kepulauan Talaud. Dari penggeledahan, ditemukan 24 warga negara Filipina. Kapal tidak dilengkapi dokumen muatan.

Karena itu, kapal Nurhana dikawal menuju Lanal Melonguane untuk diproses. Dalam perjalanan ke Lanal Melonguane tersebut, KRI Layang menurunkan empat kru ke kapal Nurhana. Di kapal tersebut juga ada tiga ABK yang bertugas membawa kapal ke Lanal Melonguane. Sementara itu, 21 ABK lainnya diangkut ke KRI Layang.

Pada 14 Desember 2016, empat anggota TNI-AL dinyatakan hilang kontak bersama kapal Nurhana dan tiga ABK asli kapal tersebut. “Kondisi cuaca yang mulai berkabut ditambah laut yang berombak dan hujan. KRI Layang melaksanakan pencarian. Sampai saat ini belum ditemukan,” ujar Maman. (gus).