Angkasa Pura 2

Rapimwil ALFI DKI Minta Pelindo II Tinjau Ulang Rencana Bangun CFS Di Priok

DermagaSabtu, 24 Desember 2016
20160411_133442-1-1-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengusaha logistik minta agar Pelindo II meninjau kembali rencana membangun fasilitaa Container Freight Station (CFS) di Pelabuhan Tanjung Priok.

Demikian antara lain putusan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta , akhir pekan lalu.

Container Freight Station (CFS) yaitu fasilitas tempat penyimpanan barang impor berstatus Less than Container Load (LCL) masih di bawah pengawasan Bea Cukai . Kegiatan tersebut selama ini diusahakan swasta di TPS Lini II.

Ketua Umum DPW ALFI DKI Widijanto kemarin mengatakan penolakan anggota ALFI atas pembangunan fasilitas CFS oleh Pelindo II karena akan mengancam kelangsungan usaha Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Lini II yang sudah ada.

Ketum DPW ALFI DKI , Widijanto kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans mengatakan ALFI minta kepada Pelindo II agar tidak lagi menangani segmen usaha yang sudah dikelola pihak swasta.

Pihak swasta yang menangani TPS Lini II tergolong pengusaha kecil. “Masa semua usaha swasta tergolong UMKM di Priok harus diberangus,” ujar Widijanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia II mengajukan izin perubahan zonasi operasional pemanfaatan lahan di Pelabuhan Tanjung Priok kepada Kemenhub untuk keperluan penyiapan fasilitas Container Freight Station (CFS) sebagai pusat logistik terpadu.

Rapimwil ALFI DKI juga minta kepada Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok agar mendorong pengguna dan penyedia jasa menuntaskan tarif kargo impor LCL yang sudah 6 tahun vakum.

Akibat tiada tarif resmi , kata Widijanto, transaksi kargo impor LCL ini menggunakan tarif liar yang sangat merugikan pemilik barang (importir). (wilam)