Angkasa Pura 2

Tommy Berharap BP2IP Barombong Mampu Melahirkan Pelaut-Pelaut Andal

Dermaga SDMSaturday, 24 December 2016

MAKASSAR (Beritatrans.com) – Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Dr. Wahju Satrio Utomo meminta kampus Balai Pendidikan dan Latihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong mampu melahirkan pelaut-pelaut andal dan profesional di masa mendatang.

“Dengan selesainya docking dan penambahan fasilitas di Kapal Latih (KL) Barombong harus mampu meningkatkan proses diklat para pelaut,” kata Tommy, sapaan akrab Kepala BPSDM Perhubungan itu dihadapan Kepala BP2IP BP2IP Barombong H.Irwan, MT, M.Mar.E dan Civitas Academika di Makassar, Sabtu (24/12/2016).

Menurutnya, kampus pelaut dilingkungan BPSDM Perhubungan harus mampu meningkatkan kualitas diklat dan mutu pelaut lulusan BP2IP Barombong ini.

“KL Barombong kini sudah memenuhi syarat sebagai kapal latih sesuai ketentuan IMO. Gunakan dan rawat kapal ini untuk mendidik dan menyiapkan generasi muda yang lebih tangguh,” harap Tommy.

“Kapal latih ini harus menjadi sarana dan fasilitas diklat yang bagus. Pelaut yang lulus dari kampus ini harus dipastikan siap bekerja dan mampu bersainf dieta global,” sebut Tommy.

Untuk mendukung program Presiden Jokowi khususnya Tol Laut an Indonesia menjadi poros maritim dunia, maka harus diimbangi dengan menyiapkan SDM yang profesional. “Ini tugas lembaga diklat pelaut ternasuk BP2IP Barombong ini,” cetus dia.

“Sampai tahun 2019 nanti, Pemerintah akan membangun 168 pelabuhan baru. Selain itu juga membangun lebih dari 300 kapal negara berbagai jenis dan ukuran termasuk 6 kapal latih taruna,” papar Tommy.

Kapal dan pelabuhan terutama yang ditetapkab menjadi rute tol laut itu harus didukung SDM yang profesional. “Kapal latih Barombong ini hendaknya bisa digunakan dengan baik untuk mendidik taruna pelaut di Baronbong. Termasuk siswa SMK Pelayaran atau warga masyarakat lain yang membutuhkan,” terang Tommy.

Keberadaan kampus BP2IP Barombong dan KL Barombong harus mampu membangun mendidik dan membangun masyarakat sekitarnya. “KL Barombong dibangun dan dimodifikasi dengan biaya mahal. Semua itu adalah uang rakyat dan harus diabdikab kembali untuk kepentingan rakyat,” tandas Tommy.(helmi)