Angkasa Pura 2

Terbalik di Perairan Sorong, 12 Korban Perahu Rakyat Berhasil Dievakuasi Kapal Patroli Kemhub

DermagaSenin, 26 Desember 2016
IMG-20161226-WA0001

IMG-20161226-WA0002

SORONG (BeritaTrans.com) – 12 orang selamat akibat perahu rakyat (long boat) yang ditumpanginya dari Raja Ampat menuju Sorong terbalik, berhasil dievakuasi Kapal Patroli KPLP KN.361 milik KSOP Kelas I Sorong kemarin (25/12/2016) sekitar pukul 18.30 wit.

“Dari radar kapal KN. 361 menunjukan adanya informasi suatu titik yang perlu didalami sehingga KN. 361 bergerak ke titik tersebut dan menemukan perahu rakyat yang terbalik dengan 12 orang penumpang,” ujar Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono dalan keterangan resmi yang diterima BeritaTrans.com, Senin (26/12/2016).

IMG-20161226-WA0010

Menurut Tonny, 12 orang penumpang perahu rakyat tersebut ditemukan terombang ambing di laut kurang lebih 10 mil dari Pelabuhan Waisai dan 22 mil dari pelabuhan Sorong.

“Pada saat kejadian, cuaca di perairan Sorong kurang baik dengan tinggi gelombang satu hingga dua meter dan kecepatan angin mencapai 10 knot,” ungkap Tonny.

Penumpang yang merupakan wisatawan itu, seharusnya ke dan dari Raja Ampat menggunakan kapal penumpang Sorong. Namun karena bertepatan dengan libur Hari Natal, maka kapal tidak beroperasi sehingga memanfaatkan perahu rakyat tersebut.

“Sebagian besar adalah warga Manokwari yang akan kembali pada pagi ini dari Sorong dan mereka sudah ditunggu keluarganya,” kata Tonny.

Dia menambahkan, pihaknya meningkatkan aktivitas patroli laut di masa angkutan laut Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 di seluruh perairan Indonesia.

Patroli laut dilakukan dengan memaksimalkan peranan kapal patroli yang telah disiapsiagakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dengan memanfaatkan kemampuan, keahlian, kompetensi SDM dan juga pemanfaatan teknologi.

“Selain meningkatkan patroli lautnya, sebelumnya kami juga telah mengeluarkan maklumat pelayaran pada 22 Desember 2016 tentang Kesiapan menghadapi Cuaca Ekstrem dan gangguan Keamanan selama Liburan Natal dan Pergantian Tahun Baru 2017,” tutur Tonny.

Maklumat dikeluarkan, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan laut yang disebabkan oleh cuaca buruk. (omy)

loading...