Angkasa Pura 2

Agus: Survey ATTN Penting Bagi Pengembangan Transportasi Indonesia

LitbangRabu, 28 Desember 2016
IMG_20161228_135429

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan telah menyelesaikan Survey Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) untuk barang di tahun 2106. Survey tersebut sangat penting bagi transportasi karena hasil survey tersebut dapat digunakan oleh seluruh stakeholder transportasi untuk melakukan pengembangan sistem transportasi di Indonesia.

“Regulator dapat memakai hasil survey tersebut untuk membuat strategi pengembangan transportasi nasional dan operator juga memakai hasil survey sebagai patokan dalam merencakan pengembangan kapasitas angkutan dan tipe sarana transportasi,” kata Kepala Badan Litbang Perhubungan DR. Ir. Agus Santoso, M.Sc., di Ruang Rapat Badan Litbang Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Untuk pihak yang bergerak di sektor batubara misalnya, Badan Litbang telah menyiapkan data pergerakan batubara secara rinci sehingga dapat dimanfaatkan oleh pelaku jasa transportasi ataupun bagi pengelola prasarana transportasi untuk dapat merumuskan kebijakan operasional maupun kebijakan pengelolaan dengan lebih baik.

“Hal yang sama berlaku untuk sektor lainnya karena kami telah memiliki data pergerakan barang untuk tiap jenis kelompok muatan barang dan data tersebut dapat diakses di portal Badan Litbang Perhubungan,” kata Agus.

Survey ATTN dilakukan Badan Litbang setiap 5 tahun sekali. Namun, Agus juga menjelaskan ke depannya, setiap tahunnya akan dilakukan validasi data terhadap hasil survey tersebut.

“Misalnya dengan adanya tol laut, komoditas dan jumlah angkutan mengalami pergeseran karena beberapa komoditas akan dikembangkan dari daerah ke pusat sehingga skema angka mengalami pergerakan dari waktu ke waktu,” papar Agus.

Tujuan survey tersebut adalah untuk mendapatkan pola pergerakan barang dari satu zona ke zona lainnya, baik secara nasional, antar provinsi dan antar kabupaten/kota.

“Hasil survey dapat digunakan untuk memprediksi pergerakan barang, penentuan kebijakan investasi prasarana dan sarana transportasi, kebijakan pengelolaan dan operasional,” paparnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda Ir. Imran Rasjid mengatakan, terdapat 3 Kelompok Matrik Asal Tujuan per Komoditas, yaitu: Asal Tujuan Nasional Barang pada 8 regional (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, serta Papua); Asal Tujuan Nasional Barang pada 34 provinsi; dan Asal Tujuan Nasional Barang pada 515 kabupaten/kota terdiri dari 416 kabupaten dan 99 kota.

Imran mengatakan, untuk tahun 2017 akan dilakukan survey untuk pergerakan orang dengan menggunakan data seluler sebagai basis data atau yang dikenal dengan big data.

“Kami akan trace dari pergerakan telepon seluler. Kami menjamin, data-data pribadi pengguna telepon seluler tetap terjaga karena kami hanya membutuhkan data mobilitasnya saja,” ujar Imran. (aliy)