Angkasa Pura 2

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Destinasi EmplasemenKamis, 29 Desember 2016
kereta-gantung

BOGOR (Beritatrans.com) – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Suyatno Sukandar mengatakan, pihaknya berencana membangun kereta gantung (skyline) sepanjang 30 kilometer yang menghubungkan Bodogol, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor hingga kawasan Cibodas, Cianjur terus Gunung Gede.

Tujuannya adalah agar masyarakat dapat menikmati keaneka ragaman hayati dan cagar alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango langsung dari atas hutannya. “Bila terwujud maka skyline tersebut menjadi yang terpanjang di dunia, karena dibangun membentang di atas hutan kawasan taman nasional.” kata Suyatno di Kantor BKPP Wilayah I Jabar, Kota Bogor, Rabu (28/12/2016).

Menurutnya, dia sempat naik skyline di Australia, durasinya hanya 10 menit, dan paling panjang untuk saat ini hanya 15 kilometer. Tapi rencana skyline yang akan kita bangun panjangnya 30 kilometer ini yang terpanjang di dunia.

Suyatno menambahkan, rencana pembangunan skyline sudah dilakukan studi keyakan atau feasibility study (FS). Pihaknya sudah mengkaji konstur tanah, sumber mata air, bahkan ketingian pohon yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

“Tahapan FS atau pengkajian proyek atau gagasan sangat perlu dan itu sudah kita lakukan. Sampai ketinggian pohon pun kita ukur, dan semanya sudah bisa dilakukan serta aman jika proyek ini dibangun,” jelas Suyatno seperti dikutip laman okezone.com.

Pelaksanaan kajian kelayakan tersebut telah dilakukan sejak 2003, mulai dari Lembah Suryakencana Gunung Gede hingga Cibodas dan dilanjutkan sampai kawasan Bodogol.

“Proses pengkajian tersebut sudah selesai baru-baru ini, hanya tinggal menggandeng investor yang mau ikut bergabung menanamkan modalnya untuk pembangunan skyline terpanjang ini,” tambahnya.

Jika kereta gantung itu kelar, warga bisa langsung menikmati keanekaragaman hayati dan cagar budaya di TNGGP dari atas hutan. Kereta gantung ini diharapkan menjadi nilai tambah bagi TNGGP sekaligus mampu menarik wisatawan yang lebih besar lagi.

“Impian kita dapat menikmati suasana cagar alam bahkan hewan liar seperti macan melintas di kawasan taman nasional dari atas sehingga aman dan tidak merusak ekosiatem yang ada di kawasan TNGGP,” pungkas Suyatno.(zal/okz)