Angkasa Pura 2

Airnav Uji Coba Ulang Operasi Penerbangan Di Jalur Selatan Jawa

Bandara KokpitJumat, 30 Desember 2016
atc

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) akan melakukan uji coba operasi penerbangan di jalur selatan Jawa, tahun depan. Hal ini dilakukan untuk memastikan jalur tersebut aman jika digunakan oleh penerbangan sipil atau komersial.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono, manajemen sempat melakukan uji coba pada 18-23 Desember 2016 lalu. Tapi, terkendala cuaca buruk. Sehingga, AirNav tidak dapat mengoptimalkan uji coba tersebut.

“Hasil uji coba kemarin ada kendala-kendala cuaca. Jadi, saya ajukan untuk uji coba ulang,” ujarnya, kemarin.

Wisnu menyebut, beberapa hal terkait prosedur standar operasional jika terjadi kondisi darurat juga belum selesai dibahas oleh AirNav, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan TNI AU. Seperti diketahui, jalur selatan jawa ini biasa dipakai oleh pihak militer. Namun, kepadatan yang terjadi di jalur utara membuat pemerintah mengkaji pembukaan jalur tersebut agar penerbangan pesawat tak terganggu.

“Di wilayah itu memang sudah dinyatakan untuk latihan militer. Nah, saat militer libur pesawat sipil dimungkinkan untuk lewat wilayah itu, itu konsep kami. Jadi, bukan memindahkan atau menggusur wilayah militer,” ungkap Wisnu.

Rencananya, penerbangan sipil akan diberikan izin untuk melewati jalur tersebut pada pukul 16.00-06.00 WIB. Namun, hal ini tidak bersifat mutlak karena akan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Nanti pun kalau militer menggunakan pada malam hari, jalur kami tutup. Jadi, tergantung kepentingan kedua belah pihak,” imbuhnya.

Uji coba ulang jalur tersebut, lanjut Wisnu, ditargetkan dapat dilakukan awal tahun depan, tepatnya sekitar Januari atau Februari 2017. Namun, AirNav masih menunggu hasil evaluasi yang tengah dilakukan oleh Kemenhub dan TNI AU.

Meski diperlukan uji coba ulang, Wisnu menilai, jalur selatan jawa perlu segera dibuka untuk penerbangan sipil paling tidak dua hingga tiga bulan mendatang. Hal ini sebagai bentuk realisasi dari instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak pertengahan tahun ini.

“Secepatnya, harusnya dua hingga tiga bulan sudah ada keputusan, ini untuk mengurangi di jalur utara,” jelas Wisnu.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan jalur selatan Jawa dapat digunakan oleh penerbangan sipil pada Oktober lalu. Sayang, rencana tersebut belum terealisasi juga bahkan hingga akhir tahun ini. Manajemen perlu memastikan kepentingan utama, yaitu keselamatan penumpang bersama Kemenhub dan TNI AU.

Jika jalur selatan Jawa beroperasi bagi penerbangan sipil, pelayanan penerbangan dilakukan dalam peraturan penerbangan sipil. “Kalau negara dalam kondisi darurat, kan membutuhkan kegiatan militer maka menggunakan kaidah penerbangan militer,” ucapnya. (omy)