Angkasa Pura 2

Badan Litbang Akan Gelar Survey ATTN Penumpang Tahun Ini

LitbangSenin, 2 Januari 2017
Imran Rasjid

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan telah selesai melakukan survey Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) Barang. Hasilnya pun telah dilaporkan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan segera dipublikasi secara lengkap untuk konsumsi masyarakat luas melalui website Badan Litbang Perhubungan.

Setelah sukses menggelar survey ATTN Barang, Badan Litbang kembali akan menggelar survey ATTN yang khusus untuk penumpang.

“Rencananya mulai bulan Maret mendatang. Sekarang kita sedang melakukan persiapan, termasuk menjalin kerja sama dengan operator telepon seluler,” kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda Badan Litbang Perhubungan Ir. Imran Rasjid kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Senin (2/1/2017).

Imran mengatakan, kerja sama denan operator telepon seluler dalam kegiatan ini karena pelaksanaan survey ATTN penumpang tahun 2017 akan menggunakan metoda yang berbasis teknologi informasi dan telekomunikasi. Sehingga membutuhkan data seluler sebagai basis data. Sedangkan pengolahannya menggunakan pendekatan “Big Data.”

“ Dengan cara ini, kualitas data asal tujuan pergerakan orang akan lebih akurat dan dapat dihasilkan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Imran.

Imran berharap, publikasi data pergerakan orang sudah dapat pada pertengahan tahun 2017, baik melalui Portal ATTN maupun dengan publikasi buku.

Menurutnya, data pergerakan penumpang sangat dibutuhkan untuk analisis dalam perumusan kebijakan transportasi, baik transportasi publik maupun privat. Kebijakan-kebijakan tersebut biasanya terkait dengan Kebijakan investasi prasarana dan sarana; Kebijakan operasional; Kebijakan pengelolaan; dan Kebijakan pengaturan atau regulasi.

“Untuk pelaksanaan survey ini, kami telah melakukan penjajakan kerja sama dengan salah satu operator seluler terbesar di Indonesia,” katanya.

Imran juga mengaku telah mendapat lampu hijau dari Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk memanfaatkan data-data pelanggan telepon seluler.

“Tentunya dengan berbagai catatan, termasuk kami tidak akan mengakses data personal pelanggan telepon seluler karena yang dibutuhkan hanya data pergerakannya (orang) saja,” tutur Imran.

Imran juga menjelaskan, metode survey ATTN Penumpang yang menggunakan basis data teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan metode baru. Survey sejenis yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya masih menggunakan metode pengumpulan data secara manual, yakni mewawancarai setiap orang di tepi jalan dan simpul-simpul transportasi seperti terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, dan bandara.

“Sehingga (dengan metode manual) kualitas data yang dihasilkan tergantung pada jumlah dan sebaran titik lokasi survey dan tergantung pada kompetensi surveyor,” katanya.

Sementara dengan metode baru tersebut, pelaksanaan survey hanya menggunakan data seluler dari operator, sehingga kualitas datanya lebih terjamin. Bahkan pengolahan datanya juga lebih praktis karena hanya membutuhkan perangkat komputer berikut aplikasinya dan operator.

“Updating data pun dapat dilakukan setiap saat, tidak seperti dengan metode manual yang hanya dapat dilakukan setelah melakukan survey ATTN kembali,” kata Imran. (aliy)