Angkasa Pura 2

Capt. Aldrin: KNKT Akan All Out Investigasi Kasus KM Zahro Express

Aksi Polisi Dermaga SDMWednesday, 4 January 2017

JAKARTA (Beritatrans.com) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan all out melakukan investigasi untuk mencari penyebab kecelakaan maut terbakarnya KM Zahro Express yang menewaskan 23 penumpang di perairan Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara kemarin.

“Masalah utama dalam kecelakaan kapal itu adalah kebakaran, yang diduga bermula dari ruang mesin kapal. Kemudian menjelar ke masalah lain seperti kekekurangan alat keselamatan, krew kapal kurang peduli dan tidak memberikan briefing mengenai keselamatan pada penumpang dan lainnya,” kata Ketua Sub Komite Kecelakaan Transportasi Laut KNKT Capt. Aldrin Dalimunte, M.Mar kepada berotatrans.com di Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Fakta yang ditermuka di lapangan, lanjut dia, dari 23 korban meninggal ada 20 orang meninggal karena terbakar. Patut diduga, mereka tidak tahu bagaimana menyelematkan diri saat kapal terbakar.

“Sementara, pihak krew kapal tidak memberikan contoh dan cara-cara menyelamatkan diri jika kapal terbakar dan penumpang pun harus menjadi korban meninggal karena terbakar di kapal naas tersebut,” jelas Aldrin.

Dia menambahkan, penumpang kapal yang terjun ke laut justru banyak yang selamat. Mereka diselamatkan kapal-kapal nelayan yang melintas atau tim SAR dan kapal patroli KPLP serta Polairud yang memberikan pertolongan pasca kecelakaan maut di awal tahun 2017 itu.

74443_93768_kapal terbakar jpnn-1

Investigasi Dari Awal

Untuk mengurai mata rantai kecelakaan maut KM Zahro Express itu, KNKT akan bekerja all out. “KNKT akan meneliti dari awal pembuatan kapal di Pulau Harapan, kemudian drakit di Pulau Tidur, sampai dioperasikan di dermaga Pelabuhan Muara Angke. Selain itu juga bagaimana prosedur mengurus surat izin berlayar, menivest yang diduga tidak benar dan lainnya,” papar Aldrin.

Menurut dosen dan alumni STIP Jakarta itu, sedikitnya 4 investigator KNKT akan diturunkan ke lapangan untuk menyelidiki kasus KM Zahro Express itu. “Tapi mereka akan di-back up dan dikendalikan langsung dari kantor dibawah komando Kasub Komite Kecelakaan Transportasi Laut, yaitu saya sendiri,” terang Aldrin.

Empat investigator KNKT itu memiliki keahlian masing-masing. Mereka jika butuh data akan di-back up dari kantor termasuk mengolah dan mengumpulkan data pendukung lainnya. “Dari seluruh data di lapangan akan diolah dianalisis sebelum mengambil kesimpulan yang akurat,” sebut Aldrin.

“Dengan profesionalisme investigator yang ada, KNKT optimis bisa mengungkap tuntas penyebab kecelakaan maut itu dan memberikan rekomendasi yang tepat kepada para pihak,” urai Aldrin.

“KNKT akan bekerja maksimal, mengusul kasus KM Zahro Express ini. Sesuai UU Ni.17/2008 tentang Pelayaran, jika ada kecelakaan kapal maka KNKT harus turun dan melakukan investigasi. Atas perintah UU itu, KNKT melaksanakan amanat konstitusi tersebut,” tegas Aldrin.(helmi)